Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Erlangga Gandeng BINUS, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Literasi AI di Samarinda

    April 16, 2026

    Potensi Cuan Besar dari Parkir Berlangganan, DPRD Samarinda Minta Jangan Asal Terapkan

    April 16, 2026

    DBH Menurun, DPRD Samarinda Dorong Maksimalkan UMKM dan Pariwisata sebagai Sumber PAD

    April 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Pasuruan»Aliansi BEMPAS Raya Bedah Setahun Pemerintahan Prabowo Gibran, Soroti “Benang Putus” antara Pusat dan Daerah
    Pasuruan

    Aliansi BEMPAS Raya Bedah Setahun Pemerintahan Prabowo Gibran, Soroti “Benang Putus” antara Pusat dan Daerah

    Rahmat FGBy Rahmat FGNovember 10, 2025Updated:Februari 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Pasuruan – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Pasuruan Raya (BEMPAS) menggelar dialog publik bertajuk “Bedah Kebijakan: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran” di Pendopo Kota Pasuruan, Minggu, 9 November 2025. Forum ini menjadi ruang refleksi mahasiswa untuk menakar janji politik pemerintah dan menelisik kesenjangan antara kebijakan nasional dan realitas di daerah.

    Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Qommaruddin, mengatakan acara ini diinisiasi sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan. “Ini bukan forum untuk menghakimi, tapi ruang refleksi. Kita ingin melihat sejauh mana janji-janji politik telah menjelma menjadi kebijakan nyata yang dirasakan masyarakat,” ujar Qommaruddin. Ia menambahkan, mahasiswa mesti tetap independen dan objektif dalam bersikap. “Peran kontrol sosial adalah jantung dari gerakan intelektual kampus,” katanya.

    Koordinator Aliansi BEMPAS Raya, M. Ubaidillah Abdi, menyebut diskusi ini bukan ajang untuk memuji atau mencaci, melainkan sarana menimbang ulang arah kebijakan. Tema yang diusung, “Menjahit Kebijakan Nasional dengan Kebutuhan Lokal”, menurutnya lahir dari keresahan melihat jurang antara keputusan pusat dan realitas di lapangan. “Mengapa ‘menjahit’? Karena kita sering merasa ada benang yang putus antara kebijakan di Senayan dan Istana dengan apa yang dirasakan rakyat di gang-gang sempit Kota dan Kabupaten Pasuruan,” ujar Abdi, Senin, 10 November 2025.

    Ia mencontohkan, di tingkat nasional pemerintah bicara soal proyek strategis bernilai triliunan rupiah. Namun di daerah, masyarakat masih berkutat dengan pungutan liar di sekolah dan akses pendidikan yang timpang. “Di sinilah urgensi diskusi ini, menjahit kembali benang yang putus agar kebijakan nasional benar-benar mendarat di bumi Pasuruan,” katanya.

    Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, yang hadir sebagai narasumber, menyambut baik forum yang digelar mahasiswa itu. Ia menilai momentum satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran merupakan saat yang tepat untuk beralih dari perdebatan visi dan misi menuju implementasi kebijakan. Menurutnya, arah pembangunan nasional kini bergerak dari fokus infrastruktur fisik menuju investasi sumber daya manusia. “Sehebat apa pun infrastruktur, yang menjalankan tetap manusia,” ujarnya.

    Adi menyebut beberapa program nasional yang telah berjalan di Pasuruan, seperti Program Makan Siang Bergizi, di mana tujuh dari 23 dapur umum sudah beroperasi, serta Program Sekolah Rakyat untuk masyarakat miskin ekstrem. Namun, ia juga melempar tantangan balik kepada mahasiswa. Ia menilai gerakan kampus perlu naik kelas, dari gerakan moral menjadi gerakan intelektual yang praksis.

    “Di Kota Pasuruan yang dikenal sebagai kota santri, angka penyalahgunaan narkoba masih tinggi. Begitu juga dengan kasus HIV/AIDS. Apakah ini sudah menjadi perhatian mahasiswa kita?” tanya Adi. Ia berharap mahasiswa tidak hanya berhenti pada kritik atau diskusi, tetapi juga turun langsung memberdayakan masyarakat. “Gerakan mahasiswa seharusnya tidak berhenti di ruang wacana. Ia harus menjadi gerakan pemberdayaan – mendampingi UMKM, melakukan edukasi sosial, atau menginisiasi gerakan kemanusiaan,” ujarnya menutup.

    Dialog publik ini menjadi pengingat bahwa hubungan antara mahasiswa dan pemerintah seharusnya bukan relasi konfrontatif, melainkan dialogis. Keduanya, seperti yang digambarkan tema kegiatan itu, sedang berupaya menyambung benang yang putus antara kebijakan nasional dan kebutuhan masyarakat di akar rumput.

     

    • Beta

    Beta feature

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Rahmat FG

    Related Posts

    DPRD dan Kejari Pasuruan Perkuat Sinergi Hukum Demi Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel

    Maret 3, 2026

    Udeng dan Kaweng Tengger Dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional

    Februari 27, 2026

    Selama Ramadan, Wali Kota Pasuruan Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Terkendali

    Februari 20, 2026

    RSUD Grati Luncurkan Smart Operating Theatre, Layanan Bedah Kian Aman dan Terintegrasi

    Februari 19, 2026

    Jelang Ramadan 1447 H, Ketua DPRD Pasuruan Ajak Warga Jaga Kondusivitas dan Kebersamaan

    Februari 18, 2026

    Sambut Ramadan dan Hari Jadi Kota, Dispendikbud Pasuruan Gelar Lomba Mewarnai Anak TK

    Februari 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Erlangga Gandeng BINUS, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Literasi AI di Samarinda

    Andika SaputraApril 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya peningkatan mutu pendidikan terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak, salah satunya…

    Potensi Cuan Besar dari Parkir Berlangganan, DPRD Samarinda Minta Jangan Asal Terapkan

    April 16, 2026

    DBH Menurun, DPRD Samarinda Dorong Maksimalkan UMKM dan Pariwisata sebagai Sumber PAD

    April 16, 2026

    Soal BPJS Kota dan Provinsi, Iswandi Tegaskan Jangan Bikin Publik Bingung

    April 16, 2026

    Komisi III DPRD Samarinda Soroti Halte Tak Terpakai dan Rendahnya Disiplin Pelican Crossing

    April 15, 2026
    1 2 3 … 3,059 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.