Insitekaltim, Samarinda – Ribuan langkah kaki di jalanan Kota Samarinda menjadi bagian dari pesan besar tentang pentingnya menjaga kesehatan sekaligus merawat lingkungan.
Melalui ajang Earth Run 2026, masyarakat tidak hanya diajak membangun gaya hidup sehat, tetapi juga didorong mengambil peran nyata dalam penghijauan dengan menanam dan merawat pohon.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan GOR Segiri, Jalan Kusuma Bangsa, Minggu, 8 November 2026, tersebut diikuti sekitar 2.500 peserta, dan di buka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri.
Kehadiran berbagai komunitas, termasuk ASN Runners Chapter Samarinda, semakin menambah semarak kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Tepian.
“Yang paling penting dalam kegiatan ini adalah seluruh peserta bisa menikmati olahraga dengan aman. Jangan sampai keinginan untuk menjadi yang tercepat justru membuat kita mengabaikan keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” pesan Saefuddin sebelum melepas peserta kategori 5K.
Lebih lanjut, Saefuddin juga mengapresiasi konsep Earth Run yang memadukan olahraga dengan kepedulian terhadap kelestarian alam. Menurutnya, kegiatan semacam ini perlu terus dikembangkan karena mampu membangun kesadaran masyarakat melalui aktivitas positif dan melibatkan partisipasi berbagai kalangan.
Ia berharap Earth Run tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan dapat menjadi agenda berkelanjutan di Samarinda.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan kondisi prima, menikmati setiap tahapan perlombaan, dan kembali ke garis finis dengan selamat. Mudah-mudahan Earth Run dapat kembali menyapa masyarakat Samarinda pada tahun berikutnya,” Ucapnya.
Earth Run 2026 merupakan kompetisi lari individu yang terbuka bagi masyarakat umum dengan dua pilihan kategori, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer.
Setelah sebelumnya diselenggarakan di Bandung, Samarinda menjadi kota kedua dalam rangkaian pelaksanaan tahun ini sebelum berlanjut ke Palembang.
Keunikan kegiatan ini terletak pada program lingkungan bertajuk 1 BIB 1 Bibit, yakni setiap peserta yang menyelesaikan perlombaan mendapatkan satu bibit tanaman untuk dibawa pulang.
Panitia menyediakan beragam pilihan tanaman, di antaranya mentoa, sukun, cabai, dan jenis tanaman lainnya. Selain bibit, peserta juga memperoleh goodie bag serta makanan dan minuman ringan sehat.
Sementara itu, Ketua Panitia Earth Run 2026, Fendi Susanto, menambahkan bahwa kegiatan tersebut dirancang bukan semata-mata sebagai kompetisi olahraga, melainkan sebagai gerakan yang membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
“Melalui Earth Run, kami ingin menghadirkan kebiasaan positif yang bisa diterapkan setelah kegiatan selesai. Peserta tidak hanya pulang membawa pengalaman berolahraga, tetapi juga membawa tanggung jawab kecil untuk ikut menghijaukan lingkungan melalui bibit yang diberikan,” Pungkasnya. (ADV)

