Insitekaltim, Samarinda – Persaingan mendapatkan pekerjaan masih menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama bagi pencari kerja yang telah memasuki usia produktif di atas 40 tahun. Batasan usia yang diterapkan sejumlah perusahaan menjadi salah satu kendala dalam memperoleh kesempatan kerja.
Hal tersebut dirasakan Ardi (46), warga Kecamatan Sambutan yang turut mendatangi kegiatan bursa kerja atau job fair di Go Mall Samarinda, Rabu, 4 November 2026. Ia mengaku telah berkeliling ke sejumlah stan perusahaan untuk mencari peluang pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman dan keahliannya.
Ardi mengatakan, sejauh ini dirinya telah menemukan sekitar lima lowongan pekerjaan yang menarik perhatian. Namun, ia masih berupaya mencari informasi tambahan sebelum menentukan perusahaan yang akan dilamar.
“Saya sih fabrikasi,” ujarnya saat ditanya mengenai bidang pekerjaan yang sedang dicari.
Fabrikasi merupakan bidang pekerjaan yang berkaitan dengan proses produksi dan industri. Ardi sendiri memiliki pengalaman bekerja di perusahaan fabrikasi di Balikpapan sejak 2012 hingga sekitar 2020.
Setelah tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut akibat kondisi ekonomi saat pandemi Covid-19, Ardi beralih menjadi pengemudi ojek online Maxim. Pekerjaan itu telah dijalankan selama kurang lebih empat tahun.
Meski demikian, ia masih berupaya kembali mendapatkan pekerjaan di sektor industri sesuai pengalaman sebelumnya. Puluhan lamaran telah dikirimkan ke sejumlah perusahaan, tetapi hingga kini belum membuahkan hasil.
Menurut Ardi, salah satu kendala yang dihadapi pencari kerja seusianya adalah persyaratan batas usia dari perusahaan. Ia menilai perusahaan cenderung lebih mengutamakan tenaga kerja berusia muda karena dianggap memiliki kecepatan dan ketangkasan dalam bekerja.
Padahal, menurutnya, pekerja yang lebih senior juga memiliki keunggulan dari sisi pengalaman.
“Kalau di saya, zaman sekarang ini terpatok dengan usia. Perusahaan cenderung dibatasi. Mereka lebih melihat yang muda lebih cekatan, tapi kalau dari segi pengalaman mungkin kita yang lebih tua lebih berpengalaman,” ungkapnya.
Selain persoalan usia, Ardi juga menilai faktor koneksi masih mempengaruhi peluang seseorang mendapatkan pekerjaan. Ia menganggap pencari kerja tanpa jaringan atau orang dalam kerap menghadapi kesulitan lebih besar.
Dalam mengikuti job fair kali ini, Ardi mengaku sengaja datang untuk melihat terlebih dahulu lowongan yang tersedia. Ia belum membawa dokumen lamaran karena berencana kembali apabila menemukan perusahaan yang sesuai dengan kualifikasinya.
Ia memperkirakan kebutuhan biaya untuk mencetak dan menggandakan dokumen lamaran mencapai Rp40 ribu hingga Rp50 ribu untuk beberapa perusahaan.
Ardi berharap kegiatan tersebut dapat membuka peluang baginya untuk kembali bekerja di sektor industri. Sebagai kepala keluarga dengan seorang anak yang masih berusia 10 tahun, ia mengaku perlu mempertimbangkan setiap kesempatan kerja, termasuk tawaran pekerjaan ke luar negeri.
Meski terbuka terhadap peluang tersebut, ia menegaskan keputusan bekerja di luar negeri harus dibicarakan terlebih dahulu bersama istri dan keluarga, terutama menyangkut keamanan dan dampaknya terhadap keluarga.

