Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Empat Bulan Listrik Samarinda Padam Bergilir, PLN Belum Bisa Jelaskan Penyebabnya

    Oktober 29, 2026

    HUT ke-62 Golkar Bontang, Siapkan 1.000 Paket Sembako dan Hadiah 4 Motor

    Oktober 29, 2026

    Budaya Pampang Berpotensi Dongkrak Wisata dan PAD Samarinda

    Oktober 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»55 Persen Penduduk Miskin Kaltim Tak Bekerja, Rata-Rata Tanggung 5 Anggota Keluarga
    Ekonomi

    55 Persen Penduduk Miskin Kaltim Tak Bekerja, Rata-Rata Tanggung 5 Anggota Keluarga

    AminahBy AminahOktober 29, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Tren garis kemiskinan Kaltim Maret 2021-Maret 2026. (Dok/BPS Kaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Beban tanggungan keluarga menjadi salah satu tantangan ekonomi yang dihadapi penduduk miskin di Kalimantan Timur (Kaltim). Rata-rata rumah tangga miskin memiliki 5,3 anggota keluarga, sementara 55 persen penduduk miskin tercatat tidak bekerja.

    Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai menjelaskan, jumlah anggota keluarga dalam rumah tangga miskin cenderung lebih besar dibandingkan rumah tangga tidak miskin. Rata-rata rumah tangga tidak miskin memiliki 3,9 anggota keluarga.

    “Kalau di rumah tangga miskin, rata-rata anggota keluarganya itu di 5,3-an. Jadi ada lima, ada enam anggota keluarganya. Kira-kira begitu. Jadi lebih besar anggota keluarganya,” kata Mas’ud di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu, 28 Oktober 2026.

    Di sisi lain, sekitar 55 persen penduduk miskin tidak bekerja, sedangkan 45 persen lainnya bekerja. Kondisi ini memperlihatkan bahwa sebagian rumah tangga miskin harus memenuhi kebutuhan lebih banyak anggota keluarga dengan sumber penghasilan yang terbatas.

    Dari kelompok penduduk miskin yang tidak bekerja, sekitar 40 persen merupakan pengurus rumah tangga dan 15 persen lainnya masih bersekolah atau berstatus pelajar. Sementara itu, penduduk miskin yang bekerja banyak ditemukan di sektor perkebunan, perdagangan, dan pekerja rumah tangga.

    Proporsi penduduk miskin yang bekerja di sektor perkebunan tercatat sekitar 15,5 persen, perdagangan 14,4 persen, dan pekerja rumah tangga sekitar 10 persen.

    Mas’ud mengingatkan, kondisi penduduk miskin tidak bisa dipukul rata karena latar belakang dan kebutuhan setiap keluarga berbeda.

    Karena itu, penanganan kemiskinan perlu mempertimbangkan keadaan masing-masing kelompok, termasuk pekerjaan dan kemampuan mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    “Walaupun sama-sama miskin, tetapi sepertinya mereka berbeda-beda,” tegasnya.

    Karakteristik kemiskinan juga terlihat dari tingkat pendidikan kepala rumah tangga, sekitar 45,2 persen kepala rumah tangga miskin berpendidikan sekolah dasar, 12,6 persen berpendidikan sekolah menengah pertama, dan sekitar 25 persen berpendidikan sekolah menengah atas.

    Di sisi tempat tinggal, sekitar 67 persen penduduk miskin tercatat menempati rumah milik sendiri. Sementara itu, sekitar 20 persen tinggal di rumah tanpa membayar sewa dan 11,6 persen menempati rumah kontrakan atau sewaan.

    Kepadatan hunian juga menjadi bagian dari gambaran kondisi rumah tangga miskin. Sekitar 78 persen rumah dihuni satu keluarga, sedangkan 21 persen lainnya ditempati dua keluarga atau lebih.

    Dari sisi pengeluaran, komponen makanan masih mendominasi garis kemiskinan Kaltim, dengan porsi sekitar 70 persen. Artinya, pemenuhan kebutuhan pangan menjadi komponen utama dalam penghitungan garis kemiskinan, di samping kebutuhan nonmakanan yang mencakup sekitar 29,74 persen.

     

    BPS Kaltim Kemiskinan Mas'ud Rifai
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Bantuan untuk Warga Miskin Kaltim Perlu Disesuaikan dengan Mata Pencaharian

    Oktober 29, 2026

    Pemkot Samarinda Tegaskan Tak Ada Pihak Ketiga dalam Pengelolaan UMKM Teras

    Oktober 28, 2026

    Kemiskinan Kaltim Masih 5,14 Persen, Angka di Desa Hampir Dua Kali Lipat Kota

    Oktober 28, 2026

    UMKM Teras Samarinda Tuntut Ganti Rugi, DPRD Pertanyakan Dasar Pembubaran

    Oktober 27, 2026

    Enam Refinery Sawit Dikembangkan di Kaltim, Industri Minyak Goreng Mulai Bergerak

    Oktober 27, 2026

    Konflik Lahan hingga Ketimpangan Harga TBS Bayangi Pekebun Sawit Kaltim

    Oktober 26, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Empat Bulan Listrik Samarinda Padam Bergilir, PLN Belum Bisa Jelaskan Penyebabnya

    AminahOktober 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemadaman listrik bergilir di Kota Samarinda yang berlangsung sekitar empat bulan belum…

    HUT ke-62 Golkar Bontang, Siapkan 1.000 Paket Sembako dan Hadiah 4 Motor

    Oktober 29, 2026

    Budaya Pampang Berpotensi Dongkrak Wisata dan PAD Samarinda

    Oktober 29, 2026

    55 Persen Penduduk Miskin Kaltim Tak Bekerja, Rata-Rata Tanggung 5 Anggota Keluarga

    Oktober 29, 2026

    Bantuan untuk Warga Miskin Kaltim Perlu Disesuaikan dengan Mata Pencaharian

    Oktober 29, 2026
    1 2 3 … 3,415 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.