Insitekaltim, Samarinda – Penyaluran seragam sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Timur (Kaltim) belum sepenuhnya rampung. Hingga Oktober 2026, realisasi fisik program tersebut baru mencapai 90,20 persen dari total 63.548 paket yang disiapkan dengan pagu anggaran Rp65 miliar.
Artinya, masih ada bagian dari program yang harus diselesaikan sebelum seluruh paket seragam diterima siswa sasaran. Program yang masuk dalam skema Gratispol ini mencakup 576 sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kaltim.
Kepala Seksi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Priangga mengatakan, paket seragam dialokasikan untuk 333 SMA/MA, 207 SMK, dan 36 SLB.
“Dalam proses ini kami memastikan semuanya berjalan dengan pengawasan. Kami juga sudah memetakan risiko dan menyiapkan strategi mitigasi agar pelaksanaan program berjalan baik,” kata Priangga dalam konferensi pers, Rabu, 21 Oktober 2026.
Setiap paket berisi seragam, sepatu, tas, topi, dasi, ikat pinggang, dan kaus kaki. Dengan jumlah penerima yang besar, penyelesaian distribusi menjadi hal penting agar bantuan perlengkapan sekolah tersebut benar-benar diterima siswa.
Disdikbud Kaltim menyebutkan, pendataan penerima kini dilakukan secara digital untuk meningkatkan ketepatan sasaran.
Namun, capaian fisik 90,20 persen belum berarti seluruh siswa telah menerima paket. Data mengenai jumlah paket yang sudah diterima siswa dan sekolah yang masih menunggu dan belum dirinci.
“Dalam proses ini kami memastikan semuanya berjalan dengan pengawasan. Kami juga sudah memetakan risiko dan menyiapkan strategi mitigasi agar pelaksanaan program berjalan baik,”tuturnya.
Pada pelaksanaan 2025, program seragam gratis dilaporkan selesai 100 persen sebelum masa kontrak berakhir, meski sempat menghadapi dinamika produksi dan distribusi.

