Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar
    Ekonomi

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    IraBy IraSeptember 20, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar
    Teks: Anggota Banggar sekaligus Anggota Komisi III DPRD Samarinda Abdul Rohim (foto:insitekaltim/ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda menyoroti potensi defisit sekitar Rp600 miliar dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.

    Kondisi tersebut membuat penyelesaian utang Pemkot Samarinda dan penanganan bencana karhutla menjadi dua perhatian utama dewan.

    Anggota Banggar DPRD Samarinda sekaligus anggota Komisi III Abdul Rohim mengatakan pembahasan APBD Perubahan 2026 terus dikejar agar dapat ditetapkan paling lambat pekan esok.

    “Yang menjadi sorotan kita dua sebenarnya. Yang pertama adalah terkait dengan penyelesaian utang Pemkot. Yang kedua, karena kita sedang menghadapi situasi bencana kebakaran hutan dan lahan,” ujar Abdul Rohim, di Samarinda, Jumat 18 September 2026.

    Ia menjelaskan, berdasarkan pembahasan sementara bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), terdapat asumsi penurunan kemampuan anggaran dari sekitar Rp3,8 triliun menjadi Rp3,2 triliun. Artinya, terdapat potensi defisit sekitar Rp600 miliar.

    Menurut Rohim, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya transfer ke daerah (TKD), penyesuaian pendapatan asli daerah (PAD), serta sejumlah sumber pendapatan lainnya yang belum dapat dipastikan realisasinya.

    “Ini belum final, pembicaraan belum final. Tapi ada asumsi kita mengalami defisit kurang lebih sekitar Rp600 miliar,” katanya.

    Di tengah kondisi tersebut, Banggar meminta agar belanja yang berkaitan dengan pelayanan dasar tetap berjalan. Selain itu, penyelesaian utang pemerintah kota juga tetap menjadi prioritas.

    Namun, dewan juga meminta anggaran penanganan bencana tidak dikurangi, terutama untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

    “Dana daruratnya jangan sampai berkurang. Kemudian untuk alokasi teman-teman yang menjadi leading sector di urusan bencana ini, BPBD, kemudian Dinas Damkar, itu bisa mendapatkan prioritas anggaran,” jelas Rohim.

    Rohim mengatakan, DPRD sebelumnya telah melakukan rapat bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani kondisi kekeringan dan karhutla. Dalam rapat tersebut, sejumlah kebutuhan untuk menghadapi situasi bencana telah disampaikan.

    Karena itu, kebutuhan tersebut diharapkan dapat diakomodasi dalam APBD Perubahan 2026. Sementara program lain yang dinilai masih dapat ditunda diharapkan bisa digeser untuk memperkuat anggaran mitigasi dan penanganan bencana.

    “Anggaran-anggaran yang lain yang kita anggap masih bisa kita tunda, kita berharap dananya bisa digeser untuk kepentingan mitigasi kita selama El Nino ini berlangsung,” ujarnya.

    Rohim memperkirakan kondisi tersebut masih perlu diantisipasi hingga Desember, sehingga dukungan anggaran untuk penanganan kekeringan dan karhutla dinilai penting.

    Di sisi lain, potensi defisit juga berdampak pada rencana pembayaran utang Pemkot Samarinda. Dari asumsi Rp600 miliar yang tidak terealisasi, sekitar Rp300 miliar berkaitan dengan dana block grant dari pemerintah provinsi yang telah berbentuk kegiatan.

    Sementara sekitar Rp300 miliar lainnya sebelumnya direncanakan untuk mendukung penyelesaian utang tahun 2025.

    “Kalau yang dari provinsi kan tetap Rp300 miliar. Berarti defisit kurang lebih Rp300 miliar,” kata Rohim.

    Dengan kondisi tersebut, sebagian kewajiban yang sebelumnya ditargetkan dapat diselesaikan seluruhnya pada 2026 berpotensi kembali dialokasikan pada 2027.

    Rohim menegaskan, angka tersebut masih berupa asumsi dalam pembahasan. Menurutnya, penyusunan APBD Perubahan harus menggunakan proyeksi pendapatan yang paling mendekati kondisi riil agar tidak membebani keuangan daerah.

    “Kita menyusun APBD Perubahan dengan asumsi yang paling mendekati realitasnya,” pungkasnya.

    Abdul Rohim APBD Perubahan 2026 Samarinda DPRD Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Air Bersih Menipis, Dewan Samarinda Usul Dana Probebaya Bangun Sumur

    September 20, 2026

    Harga Ayam Potong di Pasar Samarinda Masih Tinggi, Capai Rp60 Ribu

    September 19, 2026

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026

    Target PAD dari Tambat Kapal Rp28 Miliar Kaltim Terancam Molor

    September 17, 2026

    Belanja Online Jadi Tantangan, Pemkot Ingin Hidupkan Kembali Pasar Pagi Samarinda

    September 17, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    IraSeptember 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda menyoroti potensi defisit sekitar Rp600 miliar dalam…

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026

    Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Terjadi pada Tubuh

    September 20, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026
    1 2 3 … 3,353 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.