Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda turut mengantisipasi potensi gangguan rantai pasok pangan sebagai dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, kesiapsiagaan menghadapi kemarau tidak hanya menyangkut kebakaran dan ketersediaan air, tetapi juga memastikan pasokan bahan pangan pokok tetap aman.
“Begitu pula dengan harga logistik, rantai pasok atau supply chain. Karena daerah lain juga kekeringan,” kata Andi Harun beberapa waktu lalu.
Ia menyebut sejumlah wilayah yang menjadi sumber pasokan pangan bagi Samarinda juga tengah menghadapi kekeringan. Dua di antaranya yakni Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.
“Salah satu yang meng-cover bahan makanan pokok penting kita itu rata-rata berasal dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Itu kesiapsiagaan kita sampai ke sana,” ujarnya.
Menurut Andi Harun, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena kekeringan di daerah pemasok berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi dan ketersediaan sejumlah komoditas di Samarinda.
Karena itu, Pemkot Samarinda memasukkan aspek harga logistik dan rantai pasok dalam skenario kesiapsiagaan menghadapi dampak kemarau panjang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari skenario mitigasi Pemkot Samarinda yang mencakup sejumlah sektor, mulai dari penanganan kebakaran, ketersediaan air, pertanian hingga ketahanan pangan.
Lanjutnya, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan imbauan dalam menghadapi potensi dampak kekeringan. Menurutnya, berbagai skenario perlu disiapkan sejak awal berdasarkan kondisi dan risiko yang mungkin terjadi.
“Kesiapsiagaan itu sebagai bukti bahwa kita melakukan mitigasi. Kalau cuma imbauan kan enggak bisa. Ini perkaranya nyata, kalau sifatnya imbauan, tidak akan komprehensif,” pungkasnya.

