Insitekaltim, Samarinda – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) mengerahkan sekitar 70–80 personel untuk menjadi tim penyuluh pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sembilan kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim).
Tim tersebut ditugaskan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan serta bahaya karhutla, termasuk di Kota Samarinda yang mendapat sembilan personel sebagai tim penyuluh.
Perwakilan Mabes TNI, Hari Murdani, mengatakan pengerahan personel dilakukan dengan melibatkan tiga matra TNI, yakni Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
“Kalau untuk di Kota Samarinda ini kita ada sembilan orang sebagai tim penyuluh kepada masyarakat tentang pencegahan terhadap bahaya kebakaran hutan,” ujar Hari, Selasa, 1 September 2026.
Menurutnya seluruh personel telah disebar ke wilayah penugasan setelah sebelumnya menerima arahan dari Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim.
Hari mengatakan tim tersebut tidak hanya ditempatkan di Samarinda, tetapi juga diterjunkan ke sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi bahaya karhutla.
Balikpapan menjadi salah satu wilayah dengan jumlah personel cukup banyak, yakni sekitar 12 orang. Selain itu penugasan juga mencakup Berau, Paser, Penajam Paser Utara (PPU), serta sejumlah wilayah lainnya.
“Secara keseluruhan yang dikerahkan kira-kira ada sekitar 70 sampai 80 orang,” katanya.
Ia menjelaskan keberadaan tim penyuluh di lapangan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko karhutla sekaligus mendorong pencegahan sejak dini.
Menurutnya edukasi menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla karena masyarakat berada di garis terdepan dalam mencegah munculnya titik api.
Pengerahan personel tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi potensi karhutla di tengah kondisi kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah Kaltim.

