Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tiga Rekrutan Baru Borneo FC dan Ambisi Menembus Empat Kompetisi Musim 2026/2027

    September 1, 2026

    Atasi Antrean Panjang, Dishub Samarinda Berlakukan Nomor Antre Solar Subsidi

    September 1, 2026

    Tetapkan Darurat Kekeringan di Samarinda, BPBD Waspadai Karhutla dan Ancaman ISPA

    September 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Tetapkan Darurat Kekeringan di Samarinda, BPBD Waspadai Karhutla dan Ancaman ISPA
    Pemerintah

    Tetapkan Darurat Kekeringan di Samarinda, BPBD Waspadai Karhutla dan Ancaman ISPA

    Andika SaputraBy Andika SaputraSeptember 1, 2026Updated:September 1, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi kekeringan (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menetapkan status tanggap darurat kekeringan selama 14 hari sejak 25 Agustus hingga 7 September 2026 dengan mengerahkan seluruh potensi penanganan bencana di daerah.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, masa tanggap darurat tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

    Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) serta menunggu arahan Wali Kota Samarinda terkait kemungkinan perpanjangan status.

    “Sudah ditetapkan sejak tanggal 25 Agustus sampai dengan 7 September. Ditetapkan tanggap darurat kekeringan. Itu 14 hari,” ujar Suwarso, Selasa, 1 September 2026.

    Menurutnya periode tersebut akan dimanfaatkan untuk memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia melalui pendekatan pentaheliks, yakni kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan unsur terkait lainnya dalam penanganan bencana.

    Suwarso juga memastikan kesiapan peralatan untuk menghadapi kondisi kekeringan. Salah satunya mesin penyedot air yang baru diterima dengan dukungan BPBD Provinsi Kaltim.

    Peralatan tersebut memiliki fungsi ganda. Pada musim kemarau mesin dapat digunakan untuk mengambil air dari sejumlah sumber, termasuk void tambang, membantu penyiraman lahan pertanian, serta mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

    Sementara ketika memasuki musim penghujan, peralatan yang sama dapat digunakan untuk menyedot genangan dengan volume besar agar proses surutnya air lebih cepat.

    “Kalau musim kemarau bisa untuk menyedot dari sumber-sumber air yang ada, termasuk void-void tambang. Bisa untuk penyiraman sawah, bisa untuk pemadaman kebakaran hutan. Di musim penghujan kita manfaatkan untuk menyedot genangan yang cukup tinggi,” jelasnya.

    Di tengah kondisi kekeringan dan asap yang mulai terlihat di sejumlah kawasan Suwarso juga mengingatkan masyarakat agar mengantisipasi gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

    Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda terkait kondisi tersebut. Masyarakat untuk sementara diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah serta menghindari kawasan dengan paparan asap tinggi.

    “Kalau bisa hindarilah titik-titik yang asapnya tinggi. Itu bisa kita cegah dengan pakai masker. Kita hindari keluar rumah kalau tidak penting betul,” pungkasnya.

     

    BPBD Samarinda Dampak Kemarau Kekeringan Kemarau Suwarso
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Atasi Antrean Panjang, Dishub Samarinda Berlakukan Nomor Antre Solar Subsidi

    September 1, 2026

    Karhutla Samarinda Capai 127 Kejadian, Luas Lahan Terbakar Tembus 211 Hektare

    September 1, 2026

    Jukir Liar Menjamur di Sekitar Masjid Raya, Dishub Soroti Kebiasaan Parkir

    September 1, 2026

    Kementerian HAM Ingatkan Risiko AI hingga Pembangunan terhadap Masyarakat Menuju 2036

    Agustus 31, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Istri Wagub Kaltim Bagikan 500 Masker dan Siapkan Bantuan Relawan

    Agustus 31, 2026

    Pembangunan Wilayah Terisolir Jadi Alasan DOB Benua Raya Kembali Didorong

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tiga Rekrutan Baru Borneo FC dan Ambisi Menembus Empat Kompetisi Musim 2026/2027

    Ratu ArifanzaSeptember 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Borneo FC Samarinda terus mematangkan skuad untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027 yang…

    Atasi Antrean Panjang, Dishub Samarinda Berlakukan Nomor Antre Solar Subsidi

    September 1, 2026

    Tetapkan Darurat Kekeringan di Samarinda, BPBD Waspadai Karhutla dan Ancaman ISPA

    September 1, 2026

    Karhutla Samarinda Capai 127 Kejadian, Luas Lahan Terbakar Tembus 211 Hektare

    September 1, 2026

    Jukir Liar Menjamur di Sekitar Masjid Raya, Dishub Soroti Kebiasaan Parkir

    September 1, 2026
    1 2 3 … 3,313 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.