Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak kurang lebih 130 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menerima penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya atas masa pengabdian selama 10, 20, dan 30 tahun.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi negara terhadap dedikasi dan loyalitas para PNS selama menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penghargaan itu diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia kepada PNS yang dinilai telah memenuhi masa dan ketentuan pengabdian.
“Pemberian penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dari negara atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, pemerintah, negara, serta masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Andi Harun, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurutnya Satyalancana tidak semata-mata menjadi penghargaan atas masa kerja yang telah ditempuh. Lebih dari itu, penghargaan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi para penerima untuk melanjutkan pengabdian dengan penuh tanggung jawab.
Andi Harun berharap penghargaan tersebut juga dapat menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur maupun masyarakat untuk terus memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Ia menilai semangat pengabdian kepada negara tidak hanya menjadi tanggung jawab seorang PNS. Setiap warga negara, menurutnya, memiliki ruang untuk memberikan manfaat melalui bidang dan profesinya masing-masing.
“Kita harapkan pemberian Satyalancana ini menjadi pendorong keberlanjutan bagi pengabdian para PNS dan tentu sebagai inspirasi bagi kita semua,” katanya.
Selain itu, mengajak masyarakat untuk memaknai rasa syukur sebagai warga negara dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Menurutnya apabila seseorang belum mampu memberikan kontribusi positif, setidaknya tidak melakukan sesuatu yang dapat merugikan bangsa dan negara.
“Kalau kita tidak mampu memberikan atau melakukan hal yang baik, positif kepada bangsa dan negara, kita jangan melakukan hal yang buruk,” tegasnya.
Ia meyakini setiap orang memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi sesuai dengan bidang masing-masing. Karena itu semangat pengabdian harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan tidak berhenti pada sekadar narasi kebangsaan.
“Saya yakin kita semua di lapangan dan bidang kita masing-masing mampu memberikan kontribusi yang positif bagi bangsa dan negara. Ini bukan sekadar retorika kebangsaan tapi bentuk komitmen yang paling esensial dalam memajukan bangsa dan negara,” pungkasnya.

