Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Scroll Terus tapi Bosan, Kenapa Kita Tetap Membuka Media Sosial?

    Agustus 15, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Pengisian Jabatan Kosong Secara Serentak

    Agustus 15, 2026

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Scroll Terus tapi Bosan, Kenapa Kita Tetap Membuka Media Sosial?
    Lifestyle

    Scroll Terus tapi Bosan, Kenapa Kita Tetap Membuka Media Sosial?

    R’syaBy R’syaAgustus 15, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi kulit kebiasaan menggulir media sosial saat sedang bosan menjadi bagian dari keseharian pengguna ponsel (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pernah membuka media sosial tanpa tujuan, menggulir layar dari satu unggahan ke unggahan berikutnya, tetapi beberapa menit kemudian justru merasa bosan?

    Saat memiliki waktu luang, membuka media sosial kerap menjadi pilihan untuk mengisi waktu. Satu aplikasi dibuka, layar terus digulir, hingga tanpa sadar waktu berlalu.

    Menariknya, rasa bosan tidak selalu membuat seseorang berhenti menggunakan media sosial. Penelitian yang diterbitkan dalam Acta Psychologica pada 2026 terhadap 408 orang dewasa muda berusia 18–30 tahun menemukan bahwa kecenderungan mudah bosan berkaitan dengan meningkatnya information overload dan social media fatigue. Dalam penelitian tersebut, kelebihan informasi menjadi salah satu mekanisme yang menghubungkan rasa bosan dengan kelelahan menggunakan media sosial.

    Temuan tersebut sejalan dengan penelitian sebelumnya yang melibatkan 286 pengguna media sosial. Penelitian itu menemukan adanya hubungan kuat antara boredom proneness dengan social media overload dan social media fatigue. Artinya, penggunaan media sosial untuk menghindari rasa bosan justru dapat berjalan beriringan dengan munculnya rasa lelah akibat terlalu banyak informasi.

    Fenomenanya bisa terasa sederhana. Ketika sedang menunggu atau tidak memiliki kegiatan, tangan secara otomatis mengambil ponsel. Tidak ada informasi tertentu yang ingin dicari, tetapi aktivitas menggulir tetap berlanjut karena selalu ada konten baru yang tersedia.

    Di sinilah media sosial memiliki peran yang berbeda dari sekadar alat komunikasi. Aliran konten yang tidak ada habisnya membuat pengguna tidak harus menentukan sendiri apa yang ingin dilihat. Satu konten dapat membawa pengguna ke konten berikutnya, hingga akhirnya waktu berlalu tanpa terasa.

    Namun, banyaknya konten tidak selalu berarti semakin banyak kepuasan. Peneliti menemukan bahwa pemahaman pengguna terhadap cara kerja konten yang dikurasi algoritma dapat membantu mengurangi hubungan antara kebosanan, kelebihan informasi, dan kelelahan menggunakan media sosial.

    Penelitian lain yang melibatkan lebih dari 28 ribu responden melalui meta-analisis 64 studi juga menunjukkan bahwa information overload, social overload, kecemasan terhadap media sosial, serta faktor perilaku tertentu merupakan sejumlah faktor yang berkaitan dengan social media fatigue.

    Karena itu, persoalannya bukan semata-mata soal berapa lama seseorang menggulir media sosial. Pertanyaan yang lebih sederhana justru bisa dimulai dari alasan membuka aplikasi tersebut.

    Apakah memang sedang mencari informasi? Ingin berkomunikasi? Mencari hiburan? Atau hanya karena sedang bosan?

    Sesekali berhenti untuk menyadari alasan tersebut dapat membantu seseorang melihat kembali pola penggunaan media sosialnya. Sebab, ketika rasa bosan justru membuat layar terus digulir tanpa tujuan, hiburan yang dicari belum tentu benar-benar membuat pikiran beristirahat.

     

    Handphone lifestyle Media sosial
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026

    DORAMI Kumpulkan 300 Kantong Darah, Kejar Target 500 Kantong per Bulan

    Agustus 13, 2026

    Skirining Serta Menjamin Ketersediaan Obat TBC dan HIV, Upaya Pemerintah Tekan Penyaku Menukae

    Agustus 13, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Scroll Terus tapi Bosan, Kenapa Kita Tetap Membuka Media Sosial?

    R’syaAgustus 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pernah membuka media sosial tanpa tujuan, menggulir layar dari satu unggahan ke…

    Pemkot Samarinda Siapkan Pengisian Jabatan Kosong Secara Serentak

    Agustus 15, 2026

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026
    1 2 3 … 3,279 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.