Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta dunia pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik dan hafalan, tetapi juga membentuk karakter serta kemampuan bekerja sama sejak dini.

Menurutnya, kemampuan kolaborasi menjadi bekal penting bagi peserta didik untuk menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks.
“Jangan cuma mengandalkan hafalan. Latih anak-anak kita paham. Latih pendidikan karakternya,” ujarnya saat menghadiri puncak HUT ke-33 SMP Negeri 19 Samarinda “Membangun Generasi, Mengukir Prestasi” di Jalan Poros Samarinda-Bontang Km 34, Sungai Siring, Samarinda Utara, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Ia mengatakan, prestasi tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk piala atau penghargaan. Keberanian untuk mencoba, ketekunan belajar, kedisiplinan menjalankan tanggung jawab, kepedulian, serta kemampuan bangkit dalam berbagai situasi juga merupakan bentuk prestasi.
Andi Harun menilai kemampuan bekerja sama perlu dilatih sejak bangku sekolah. Sebab, tidak ada orang yang mampu menyelesaikan seluruh persoalan dan mencapai kesuksesan seorang diri.
“Tidak ada yang mampu sukses sendiri. Begitu pula dinamika tantangan yang begitu kompleks membuat kita harus mampu kerja sama,” tegasnya.
Ia menyampaikan, pendidikan harus mendorong peserta didik untuk tumbuh dan berhasil bersama, bukan menciptakan kompetisi personal. Sekolah menjadi ruang penting untuk membiasakan siswa berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Ia mengingatkan, kemampuan bekerja sama yang tidak dibangun sejak dini berpotensi membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang egois dan mementingkan diri sendiri.
“Kelihatannya kecil, sederhana, tapi tidak semua orang mampu kerja sama. Kalau salah, kelak ia bisa tumbuh menjadi generasi egois dan mementingkan diri sendiri,” pesannya.
Selain kolaborasi, Andi Harun meminta siswa mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif dan komunikatif. Ia juga mendorong guru membekali peserta didik dengan pendidikan karakter, termasuk cara bergaul dan bertutur kata dengan sopan.
“Mulut harus santun, perasaan harus peka agar peduli dan otak harus canggih agar kelak memahami dunia pendidikan di berbagai bidang,” tuturnya.
Kepada peserta didik SMPN 19 Samarinda, Andi Harun berpesan agar tidak takut bermimpi dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita. Ia meminta siswa mengenali potensi diri dan terus mengembangkannya melalui bimbingan guru serta tenaga pendidik di sekolah.
“Jangan takut bermimpi dan jangan mudah menyerah untuk mengejar cita-cita. Keberanianmu hari ini, ketulusan kalian hari ini, niat lurus serta harapan yang disertai dengan kesungguhan, insyaallah Tuhan memastikan masa depanmu akan kalian raih pada waktunya,” yakinnya.
Ia menambahkan, SMPN 19 Samarinda telah memiliki fondasi yang baik dan perlu terus melakukan pembenahan agar semakin berkembang.
“Sekolah ini bisa menjadi hebat kalau kalian bisa bekerja melampaui apa yang kalian bisa lakukan hari ini,” pungkasnya.
Puncak HUT ke-33 SMPN 19 Samarinda turut dimeriahkan pembagian doorprize berupa telepon seluler dari pihak sekolah yang diperoleh Humairah, siswi kelas VI SD. Andi Harun juga menginisiasi pemberian hadiah uang tunai Rp500 ribu kepada tiga orang penerima dengan total Rp1,5 juta.

