Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Siswa SMA Keluhkan PJJ: Terkendala Jaringan hingga Sulit Fokus

    September 19, 2026

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Hipertensi Masih Jadi Penyakit Terbanyak di Samarinda, Capai 53.972 Kasus dalam Enam Bulan
    Kesehatan

    Hipertensi Masih Jadi Penyakit Terbanyak di Samarinda, Capai 53.972 Kasus dalam Enam Bulan

    R’syaBy R’syaJuli 31, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kota Samarinda, Ismed Kusasih (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitkaltim, Samarinda – Hipertensi masih menjadi persoalan kesehatan paling serius di Kota Samarinda. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat 53.972 kasus hipertensi dari kunjungan ke fasilitas kesehatan pemerintah.

    Angka tersebut menempatkan hipertensi sebagai penyakit dengan kasus terbanyak di Kota Tepian.

    Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismed Kusasih.

    Ia mengatakan tingginya kasus hipertensi menjadi perhatian karena penyakit ini dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari penyakit jantung, stroke hingga gagal ginjal apabila tidak dikendalikan sejak dini.

    “Dari data kunjungan ke fasilitas kesehatan pemerintah periode Januari hingga Juni 2026, kasus hipertensi tercatat mencapai 53.972 kasus, tertinggi di antara 10 penyakit terbanyak di Samarinda,” ujarnya di Samarinda, Jumat, 31 Juli 2026.

    Berdasarkan data Dinkes Samarinda, posisi kedua penyakit terbanyak ditempati common cold atau pilek sebanyak 24.135 kasus, disusul dispepsia atau gastritis 17.834 kasus, diabetes melitus 14.794 kasus, radang tenggorokan 10.945 kasus, saraf gigi mati 6.175 kasus, radang saraf gigi 5.571 kasus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) 5.398 kasus, nyeri otot 5.219 kasus, serta diare sebanyak 4.614 kasus.

    Ismed menjelaskan hipertensi merupakan kondisi tekanan darah yang mencapai atau melebihi 140/90 mmHg secara terus-menerus. Penyakit ini kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis apabila tidak ditangani.

    Data Dinkes juga menunjukkan hipertensi menjadi penyebab terbanyak penyakit jantung di Samarinda. Selama periode Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 599 kasus penyakit jantung dipicu oleh hipertensi.

    Untuk menekan tingginya angka kasus tersebut, Dinkes terus menggencarkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat.

    Selain mendorong penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), masyarakat juga diimbau rutin memeriksakan tekanan darah, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti usia di atas 40 tahun, obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, maupun riwayat hipertensi dalam keluarga.

    “Pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mengurangi makanan tinggi garam, rutin beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, menjaga berat badan ideal, tidak merokok, mengelola stres, serta membatasi konsumsi alkohol,” jelasnya.

    Selain upaya edukasi, Dinkes melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) juga mendukung pengendalian hipertensi melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) BPJS Kesehatan bagi penyandang hipertensi dan diabetes melitus.

    “Program itu diharapkan mampu membantu pasien mengendalikan penyakit sekaligus mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat,” pungkasnya.

     

    Dinkes Samarinda Hipertensi Ismed Kusasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Intrusi Air Laut Ganggu Distribusi, Dinkes Samarinda Imbau Air PDAM untuk MCK

    September 18, 2026

    Anak Usia Sekolah Terpapar HIV, Edukasi Pencegahan Akan Masuk Sekolah

    September 17, 2026

    Dana Global Fund Terancam Berubah, Penanganan HIV Kaltim Dibayangi Masalah Anggaran

    September 16, 2026

    Di Tengah Upaya Perluas Deteksi HIV, Fasilitas Lab Kaltim Belum Terpakai

    September 16, 2026

    Air Minum Jadi Titik Rawan Penyakit Saat Kemarau

    September 15, 2026

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    September 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Siswa SMA Keluhkan PJJ: Terkendala Jaringan hingga Sulit Fokus

    Ratu ArifanzaSeptember 19, 2026

    Insitekaltim, Kukar – Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)…

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026

    Udara Samarinda Memburuk, 3.000 Masker Demokrat Ludes Kurang dari 30 Menit

    September 18, 2026

    Porprov Kaltim 2026 Batasi Usia Atlet 30 Tahun, Larang Peraih Emas PON Tampil

    September 18, 2026
    1 2 3 … 3,349 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.