Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rudy Mas’ud Ingatkan Orang Tua, Kehangatan Keluarga Tak Boleh Kalah dari Gawai

    Juli 23, 2026

    Porprov VIII Jadi Ajang Seleksi Awal Atlet Bulu Tangkis Menuju Prapon

    Juli 23, 2026

    Gelombang Sedang Landa Pesisir Kaltim, Nelayan Harus Pantau Prakiraan BMKG Sebelum Melaut

    Juli 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Setiap Risiko Tindakan Medis Harus Dijelaskan kepada Pasien
    Kesehatan

    Setiap Risiko Tindakan Medis Harus Dijelaskan kepada Pasien

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuli 23, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dalam setiap tindakan medis.

    Pasien maupun keluarga pasien harus memperoleh penjelasan secara menyeluruh mengenai manfaat, prosedur, hingga risiko yang mungkin terjadi sebelum tindakan dilakukan.

    Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menyusul hasil audit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terhadap kasus tertinggalnya kawat medis (wire) di pembuluh darah pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.

    Menurut Jaya, komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dengan pasien menjadi bagian penting dalam pelayanan medis. Dengan pemahaman yang utuh, pasien dan keluarga tidak akan terkejut apabila muncul risiko yang memang telah dijelaskan sebelumnya.

    “Dengan begitu, jika terjadi risiko yang memang tidak dapat dihindari, tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun ketidakpuasan,” ujarnya di Samarinda, Rabu, 22 Juli 2026.

    Ia menjelaskan, setiap tindakan medis memiliki tingkat risiko yang berbeda. Pada prosedur berisiko tinggi, seperti pemasangan alat pada pembuluh darah atau jantung, dokter wajib memberikan penjelasan secara lengkap kepada pasien maupun keluarga sebelum tindakan dilakukan.

    Selain komunikasi dengan pasien, Jaya juga menyoroti pentingnya koordinasi antartenaga kesehatan. Menurutnya, penanganan pasien yang melibatkan lebih dari satu dokter harus didukung komunikasi yang efektif agar seluruh proses pelayanan berjalan selaras.

    “Tidak boleh masing-masing berjalan sendiri. Komunikasi antardokter maupun antarbidang harus berjalan dengan baik supaya penanganan pasien optimal,” katanya.

    Hasil audit Kemenkes juga menemukan perlunya penguatan komunikasi internal rumah sakit dan komunikasi dengan keluarga pasien. Meski saat itu pasien berada dalam kondisi gawat darurat sehingga membutuhkan penanganan cepat, aspek penyampaian informasi tetap menjadi perhatian untuk diperbaiki.

    Jaya memastikan temuan tersebut telah menjadi bahan evaluasi bagi RSUD AWS dan Dinas Kesehatan Kaltim.

    Perbaikan akan difokuskan pada tata kelola komunikasi klinis, koordinasi pelayanan, serta pemenuhan hak pasien untuk memperoleh informasi yang jelas sebelum menjalani tindakan medis.

    “Komunikasi yang baik tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan pasien dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan,” pungkasnya.

     

    Dinkes Kaltim Jaya Mualimin Tindakan Medis
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Audit Kemenkes Ungkap Perlunya Perbaikan Tata Kelola dan Komunikasi di RSUD AWS

    Juli 22, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    Juli 21, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Antisipasi Percepat Penyelesaian KRIS, Gedung Pandurata Disiapkan Jadi Penopang

    Juli 20, 2026

    Alkes Belum Lengkap, Gedung Pandurata AWS Belum Bisa Layani Pasien

    Juli 20, 2026

    Air Putih Bukan Sekedar Pelepas Dahaga tapi Sangat Penting bagi Tubuh

    Juli 19, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rudy Mas’ud Ingatkan Orang Tua, Kehangatan Keluarga Tak Boleh Kalah dari Gawai

    R’syaJuli 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengingatkan para orang tua agar tidak…

    Porprov VIII Jadi Ajang Seleksi Awal Atlet Bulu Tangkis Menuju Prapon

    Juli 23, 2026

    Gelombang Sedang Landa Pesisir Kaltim, Nelayan Harus Pantau Prakiraan BMKG Sebelum Melaut

    Juli 23, 2026

    Andi Harun Pilih Tahan Sejumlah Program Demi Jaga TPP ASN

    Juli 23, 2026

    Setiap Risiko Tindakan Medis Harus Dijelaskan kepada Pasien

    Juli 23, 2026
    1 2 3 … 3,234 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.