Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun membantah kabar yang menyebut dirinya mengeluhkan tidak pernah diundang dalam kegiatan Partai Gerindra.
Mantan Ketua DPD Gerindra Kaltim itu menegaskan dirinya hanya menjawab pertanyaan wartawan mengenai kehadirannya di agenda partai, bukan menyampaikan keluhan.
Menurut Andi, narasi yang kemudian berkembang justru mengesankan seolah-olah ia mempersoalkan hubungan dengan pengurus Gerindra di daerah.
“Saya tidak pernah mengeluh soal tidak diundang. Yang terjadi, teman-teman bertanya kepada saya kenapa tidak pernah datang di acara Gerindra. Saya jawab, ‘Saya tidak pernah diundang’. Itu berbeda dengan mengeluh,” kata Andi usai membuka Job Fair di Samarinda Square, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia menilai penyampaian informasi yang tidak utuh berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memicu persepsi adanya persoalan di internal partai.
“Jangan dipotong-potong. Kalau pertanyaannya dipotong, akhirnya seolah-olah saya yang mengeluh. Itu namanya mengadu domba,” ujarnya.
Andi mengaku tidak mempermasalahkan apabila tidak diundang dalam kegiatan tertentu. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan kewenangan pengurus partai yang memiliki pertimbangan masing-masing.
“Kalau saya diundang, saya akan datang. Kalau tidak diundang, mungkin ada pertimbangan dari partai. Itu biasa saja,” katanya.
Politisi Gerindra yang pernah memimpin DPD Gerindra Kalimantan Timur selama sekitar tujuh tahun itu menegaskan dirinya tetap merupakan bagian dari partai dan masih menghadiri agenda yang digelar di tingkat pusat.
“Saya ini kader Gerindra. Di DPP saya diundang dan saya hadir. Jadi jangan diadu sesama kader,” tegasnya.
Andi juga mengingatkan agar proses peliputan dilakukan secara utuh dan proporsional. Ia mengatakan selalu terbuka terhadap pertanyaan wartawan, namun meminta pernyataannya tidak dipelintir sehingga mengubah konteks.
“Saya terbuka kepada teman-teman wartawan. Mau bertanya di mana saja saya jawab. Tapi jangan dipelintir, jangan diputar-putar, karena itu mengubah maksud yang saya sampaikan,” ujarnya.
Andi menambahkan, pemberitaan yang tidak utuh berpotensi menggeser substansi persoalan dan memunculkan kesan adanya konflik yang sebenarnya tidak pernah ia sampaikan.

