Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes
    Kesehatan

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    R’syaBy R’syaJuli 21, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memilih Kota Samarinda sebagai lokus supervisi dan analisis pelaksanaan salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, yakni program HIV. Pemilihan tersebut didasarkan pada tingginya capaian SPM HIV Kota Samarinda yang mencapai 99,8 persen pada 2025.

    “Kenapa mereka datang ke Samarinda? karena capaian SPM kita untuk program HIV pada 2025 mencapai 99,8 persen atau hampir 100 persen. Di saat keterbatasan anggaran, dengan anggaran yang tidak terlalu besar tetapi capaiannya baik, itu yang menjadi salah satu alasan mereka datang ke Kota Samarinda,” ujarnya di Kantor Dinkes Samarinda, Jalan Milono, Selasa, 21 Juli 2026.

    Ismed menjelaskan, tim dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes datang untuk melakukan supervisi dan analisis pelaksanaan salah satu indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni program HIV, sekaligus melihat strategi yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

    Ia menuturkan, HIV merupakan satu dari 12 indikator Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan yang menjadi fokus evaluasi. Dalam supervisi tersebut, Kemenkes meninjau pelaksanaan skrining sebagai upaya deteksi dini terhadap kasus HIV.

    “Dari target tahun lalu sekitar 59 ribu orang, kita berhasil melakukan skrining hingga 99,2 persen. Prinsip di bidang kesehatan, semakin banyak kita melakukan skrining, semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat diobati, sehingga risiko kematian juga dapat ditekan,” tuturnya.

    Ismed menyebut keberhasilan tersebut dicapai melalui delapan langkah pengendalian HIV yang dijalankan sejak 2025 dan dilanjutkan pada 2026. Menurutnya, upaya pengendalian HIV tidak dapat dilakukan hanya oleh tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

    Hingga Mei 2026, cakupan skrining HIV di Samarinda telah mencapai sekitar 45 persen dari target tahunan. Dari sekitar 19 ribu orang yang telah menjalani skrining, ditemukan lebih dari 180 orang terdiagnosis HIV. Sekitar 140 orang di antaranya telah menjalani pengobatan.

    Ia memastikan pengobatan HIV diberikan secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah maupun fasilitas kesehatan swasta yang bekerja sama dengan pemerintah. Selain itu, identitas pasien juga dijamin kerahasiaannya.

    Meski capaian skrining terus meningkat, Ismed menyampaikan stigma terhadap HIV masih menjadi tantangan terbesar dalam upaya pengendalian penyakit tersebut.

    “Yang harus dijauhi itu penyakitnya, bukan orangnya. Semakin cepat diperiksa dan diobati, peluang untuk hidup sehat juga semakin besar. Karena itu stigma harus terus kita hilangkan agar masyarakat tidak takut melakukan skrining,” tutupnya.

     

    Dinkes Samarinda HIV Ismed Kusasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Antisipasi Percepat Penyelesaian KRIS, Gedung Pandurata Disiapkan Jadi Penopang

    Juli 20, 2026

    Alkes Belum Lengkap, Gedung Pandurata AWS Belum Bisa Layani Pasien

    Juli 20, 2026

    Air Putih Bukan Sekedar Pelepas Dahaga tapi Sangat Penting bagi Tubuh

    Juli 19, 2026

    Intensitas Skrining HIV Mampu Jaring Penderita Risiko Tinggi

    Juli 18, 2026

    Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Terhenti, Pemkot Samarinda Cari Solusi Atasi Hambatan Anggaran

    Juli 17, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Nur AjijahJuli 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga kini, pelanggaran Work From Home (WFH) yang ditemukan di Samarinda, masih sebatas…

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    Juli 21, 2026

    Pemda Samarinda Siapkan Parkir Berlangganan, Sebagai Sumber PAD Baru

    Juli 21, 2026
    1 2 3 … 3,230 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.