Insitekaltim, Samarinda – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tiga Sekolah Rakyat rintisan Kota Samarinda tidak berlangsung bersamaan dengan sekolah lain pada awal tahun ajaran 2026/2027.
Saat siswa di sekolah umum telah menyelesaikan MPLS pada 13–17 Juli sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, Sekolah Rakyat baru dijadwalkan memulai kegiatan tersebut pada akhir Juli karena pembangunan kampus terpadu di Palaran belum selesai.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Novan Syahronny Pasie menilai, keterlambatan terjadi karena konsep Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah reguler yang membutuhkan kesiapan fasilitas asrama dan kawasan pendidikan secara menyeluruh.
“Kalau bicara Sekolah Rakyat memang ada perbedaan. Kurikulumnya tetap mengacu pada sistem pendidikan nasional, tetapi kendalanya ada pada kesiapan fasilitas karena mereka memiliki asrama dan berbagai sarana pendukung. Pembangunannya belum selesai sehingga otomatis pelaksanaan MPLS ikut tertunda,” kata Novan, Senin, 20 Juli 2026.
Penundaan tersebut tidak serta-merta menghambat seluruh proses pendidikan. Aktivitas pembelajaran bagi peserta didik tetap akan berjalan setelah seluruh fasilitas dasar dinyatakan siap digunakan.
Komisi IV belum melakukan peninjauan langsung ke lokasi karena masih menunggu perkembangan pembangunan sekaligus ingin melihat pelaksanaan program secara utuh setelah operasional dimulai.
“Kami juga ingin melihat bagaimana implementasinya nanti, termasuk sebaran peserta didik yang diterima. Jadi kami akan melakukan peninjauan pada tahapan berikutnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda Mochammad Arif Surochman memastikan seluruh Sekolah Rakyat rintisan akan dipusatkan di Kampus Sekolah Rakyat Terintegrasi Samarinda di Kecamatan Palaran.
“Ya semua sekolah rintisan dipindahkan ke Palaran. Di akhir bulan ini sudah mulai MPLS di gedung yang baru,” kata Arif.
Pelaksanaan MPLS dijadwalkan dimulai pada 30 Juli 2026, bertepatan dengan mulai difungsikannya kompleks pendidikan yang dibangun pemerintah pusat.
Sebanyak 270 siswa telah dinyatakan diterima pada tahun ajaran pertama program tersebut. Arif mengatakan proses rekrutmen peserta didik telah rampung, sedangkan penyelesaian pembangunan fisik masih menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR.
“Bangunannya sudah hampir selesai. Kami optimistis akhir bulan ini bisa digunakan sehingga MPLS dapat dimulai sesuai jadwal,” ujarnya.
Arif menambahkan Pemkot Samarinda berperan pada proses rekrutmen peserta didik serta penyediaan tenaga pendamping, sementara pembangunan kampus sepenuhnya dikerjakan pemerintah pusat.

