Insitekaltim, Samarinda – Tiga Sekolah Rakyat rintisan di Kota Samarinda dipastikan akan dipusatkan di Kampus Sekolah Rakyat Terintegrasi Samarinda di Kecamatan Palaran mulai tahun ajaran 2026/2027.
Seluruh peserta didik akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di lokasi baru pada akhir Juli mendatang.
Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda Mochammad Arif Surochman mengatakan, proses perpindahan dilakukan bersamaan dengan dimulainya aktivitas pembelajaran di gedung baru yang dibangun pemerintah pusat.
“Di akhir bulan ini sudah mulai MPLS di gedung yang baru di Palaran,” ujar Arif, Jumat, 17 Juli 2026.
Ia memastikan seluruh sekolah rintisan yang sebelumnya berjalan di tiga lokasi berbeda akan digabungkan ke satu kawasan pendidikan di Palaran.
“Iya semua. Tiga sekolah rintisan ini semuanya pindah ke Palaran,” tegasnya.
Arif menjelaskan, pelaksanaan MPLS dijadwalkan dimulai pada 30 Juli 2026, menandai dimulainya operasional Sekolah Rakyat di kompleks baru tersebut.
Selain pemindahan lokasi, proses penerimaan peserta didik baru juga telah selesai dilakukan. Tahun ini, sebanyak 270 siswa berhasil direkrut untuk mengikuti program Sekolah Rakyat.
“Siswa yang direkrut tahun ini sebanyak 270 orang. Untuk rincian pembagian siswanya nanti bisa dijelaskan lebih lanjut oleh kepala bidang,” katanya.
Dari sisi kesiapan fasilitas, Arif mengakui pembangunan gedung masih dalam tahap penyelesaian. Namun, pihaknya optimistis seluruh sarana utama dapat digunakan sesuai jadwal MPLS.
“Bangunannya kita lihat sudah hampir selesai. Mudah-mudahan optimis akhir bulan ini sudah selesai karena pembangunan dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui satuan kerja terkait,” ujarnya.
Menurut Arif, proses pembangunan fisik menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, sedangkan Pemerintah Kota Samarinda berfokus pada proses rekrutmen peserta didik dan tenaga pendukung program.
“Kami menangani rekrutmen siswa bersama tenaga-tenaga pendamping, sementara pembangunan gedung ditangani oleh Kementerian PUPR,” pungkasnya.

