Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Debu dan Asap Makin Pekat, Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen

    Agustus 29, 2026

    Merdeka Run 2026, Ketika Ribuan Langkah Bertemu Semangat Kemerdekaan di Monas

    Agustus 29, 2026

    Dari Perpustakaan Kecil di Kamar hingga Berburu Buku Murah di Festival Literasi Kaltim

    Agustus 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Hiburan»Angkat Urban Legend Kaltim ke Layar Lebar, Film Suster Maria dan Kutukan Tayang Akhir Tahun
    Hiburan

    Angkat Urban Legend Kaltim ke Layar Lebar, Film Suster Maria dan Kutukan Tayang Akhir Tahun

    AminahBy AminahJuli 15, 202604 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sutradara, pemain, perwakilan pemerintah, dan pelaku industri kreatif berfoto bersama usai lounching Film Suster Maria dan Film Kutukan, di Temindung Creative Hub, Samarinda, Rabu, 15/7/2026. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Industri perfilman Kalimantan Timur (Klatim) mulai menunjukkan geliat baru. Rumah Digital Entertainment resmi meluncurkan dua proyek film layar lebar bertajuk Suster Maria dan Kutukan, yang mengangkat kisah urban legend serta kearifan lokal Kaltim.

    Kedua film tersebut dijadwalkan mulai diproduksi tahun ini dengan melibatkan talenta lokal dan sejumlah artis nasional.

    Peluncuran proyek film berlangsung di Temindung Creative Hub, Rabu 15 Juli 2026, sebagai langkah awal membangun ekosistem industri kreatif daerah sekaligus memperkenalkan cerita-cerita lokal ke panggung perfilman nasional.

    Sutradara Saeful HR mengatakan Suster Maria akan mulai menjalani proses produksi pada Agustus atau September 2026. Film tersebut mengangkat legenda urban Kaltim yang berlatar masa penjajahan Jepang.

    “Persiapan Suster Maria akan kita garap bulan delapan atau bulan sembilan. Mohon doanya semoga film ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses di kancah nasional,” ujarnya.

    Setelah Suster Maria, Saeful memastikan timnya telah menyiapkan proyek berikutnya berjudul Kutukan, yang mengangkat kisah Batu Menangis Gunung Lipan, serta beberapa judul lain yang masih dalam tahap pengembangan.

    “Banyak. Ada Kutukan dan ada beberapa judul yang akan kita garap juga,” katanya.

    Kaltim memiliki kekayaan cerita rakyat yang layak diangkat menjadi film layar lebar. Namun hingga kini, referensi cerita lokal yang terdokumentasi masih terbatas.

    “Kami butuh banyak referensi cerita. Kami mencari cerita lokal apa yang bisa kita angkat untuk ditayangkan ke layar lebar. Jadi kami butuh cerita,” tegasnya.

    Meski tidak membuka proses audisi secara umum pada proyek kali ini, ia memastikan produksi tetap memberi ruang besar bagi talenta daerah. Tim produksi memilih melibatkan para pemain teater dan aktor lokal yang dinilai memiliki kemampuan akting sesuai kebutuhan naskah.

    Saeful berharap kehadiran film-film tersebut tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga menjadi pintu masuk lahirnya lebih banyak karya dari Kaltim.

    “Semoga penontonnya banyak, kalau bisa tiga juta. Kami ingin membawa Kalimantan Timur lebih maju, lebih kreatif, dan semakin banyak judul-judul yang bisa kita angkat ke layar lebar,” jelasnya.

    Sementara itu, Owner Rumah Digital UMKM Kaltim Irmade Susanti menjelaskan, peluncuran Rumah Digital Entertainment merupakan tahap awal membangun industri film lokal yang berkelanjutan.

    Ia mengatakan dua film layar lebar tersebut ditargetkan tayang di jaringan bioskop nasional seperti XXI, CGV, dan Cinepolis pada akhir tahun ini.

    “Yang pertama Suster Maria sedang tahap shooting sampai akhir September, setelah itu ditargetkan tayang akhir tahun. Berikutnya ada Kutukan yang mengambil lokasi di Desa Muara Bungkai. Tahun depan kami juga menyiapkan film komedi,” jelasnya.

    Selain memproduksi film layar lebar, Rumah Digital Entertainment juga akan meluncurkan program short movie untuk kalangan pelajar pada Agustus mendatang. Film pendek tersebut mengangkat isu pendidikan dan perlindungan anak agar pelajar berani menyampaikan atau melaporkan berbagai persoalan yang mereka alami.

    Program tersebut akan digarap bersama Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Pariwisata dengan memasukkan unsur budaya dan kearifan lokal Kaltim.

    “Kita ingin menjadi bagian dari industri kreatif Kaltim yang mampu membawa perfilman daerah ke tingkat nasional sekaligus mengangkat potensi dan talenta-talenta muda melalui kelas akting,” ujarnya.

    Irmade mengakui tantangan terbesar selama proses produksi adalah mencari lokasi syuting yang masih alami sehingga mampu memperkuat nuansa budaya lokal dalam film.

    “Hambatannya tentu ada, karena kami mencari lokasi yang benar-benar masih asri supaya kearifan lokalnya benar-benar terangkat,” katanya.

    Pemeran utama Suster Maria Angelina DSM mengaku antusias terlibat dalam proyek yang mengangkat identitas daerah asalnya. Perempuan kelahiran Samarinda itu berharap film tersebut mampu memperkenalkan Kaltim kepada masyarakat Indonesia.

    “Saya senang sekali bisa bergabung di Suster Maria. Saya ingin bukan hanya berkarier di Jakarta, tetapi juga ikut membangun perfilman di tanah kelahiran saya,” ucapnya.

    Potensi budaya, kuliner, destinasi wisata hingga bahasa daerah Kaltim perlu lebih banyak ditampilkan melalui media film agar semakin dikenal masyarakat luas.

    “Kalau ingin menasional, budaya Kalimantan harus diangkat. Tidak hanya nama Samarinda, tetapi juga tempat wisata, makanan khas, seni, dan semua potensi daerah harus diperlihatkan,” tegasnya.

    Ia mengakui proses produksi memiliki tantangan tersendiri karena sebagian besar pemain berasal dari daerah sehingga membutuhkan proses latihan yang lebih intensif.

    “Karena banyak pemain lokal yang baru, kami harus banyak belajar, latihan, dan saling membimbing supaya kualitasnya bisa sejajar dengan perfilman nasional,” ujarnya.

    Angelina mengajak generasi muda Kalimantan Timur untuk lebih bangga terhadap identitas daerah dan menjadikan seni, budaya, serta industri kreatif sebagai ruang berkarya.

    “Jangan hanya mengagumi budaya luar. Kita juga harus bangga dengan budaya, bahasa, UMKM, seni, dan film yang kita miliki. Semua itu harus terus kita kembangkan,” pungkasnya.

    film Film Suster Maria Urban Legend
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Debu dan Asap Makin Pekat, Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen

    Agustus 29, 2026

    Dari Perpustakaan Kecil di Kamar hingga Berburu Buku Murah di Festival Literasi Kaltim

    Agustus 29, 2026

    Tiga Bulan Berdiri, Yose Music Samarinda Antarkan Siswa Raih Prestasi Internasional

    Agustus 29, 2026

    Bahaya Multitasking Berlebihan, Kognitif Menurun hingga Memori Cepat Lemot

    Agustus 28, 2026

    Revisi Perda HIV/AIDS Kaltim Diminta Lebih Komprehensif dan Aplikatif

    Agustus 27, 2026

    Musim Panas, Karhutla Jadi Ancaman Penyakit Saluran Pernapasan Meningkat, Dinkes Minta Warga Waspada

    Agustus 26, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Debu dan Asap Makin Pekat, Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen

    Ratu ArifanzaAgustus 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi udara di Samarinda yang dipenuhi debu dan asap kebakaran hutan dan…

    Merdeka Run 2026, Ketika Ribuan Langkah Bertemu Semangat Kemerdekaan di Monas

    Agustus 29, 2026

    Dari Perpustakaan Kecil di Kamar hingga Berburu Buku Murah di Festival Literasi Kaltim

    Agustus 29, 2026

    Inflasi Mendekati 4 Persen, Bapenda Samarinda Pantau Dampaknya ke Penerimaan Pajak

    Agustus 29, 2026

    Sempat Vakum karena Anggaran, Festival Literasi Kaltim Kini Hidup Lagi Lewat Kolaborasi

    Agustus 29, 2026
    1 2 3 … 3,306 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.