Insitekaltim, Samarinda – Utang Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Samarinda, sekitar Rp2 miliar kepada pihak ketiga, yang tertunda pada 2025. Seluruhnya, kewajiban pembayarannya telah diselesaikan pada tahun ini.
Kepala DKPP Samarinda, Muhammad Darham, mengatakan penyelesaian kewajiban tersebut menjadi salah satu capaian penting yang berhasil dituntaskan instansinya pada 2026.
“Utang-utang tahun 2025 sudah kita selesaikan semua. Sekitar Rp2 miliar dan alhamdulillah sudah tuntas,” ujar Darham usai hearing bersama DPRD Samarinda, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurutnya, pelunasan tersebut membuat DKPP kini tidak lagi memiliki beban tunggakan, kepada pihak ketiga.
“Jadi kita tidak ada beban lagi dengan pihak ketiga yang setiap saat menanyakan kapan pembayaran dilakukan. Sekarang sudah aman,” katanya.
Darham menyampaikan, hal tersebut usai mengikuti pembahasan realisasi kegiatan tahun 2026 dan rencana anggaran tahun 2027 bersama Komisi II DPRD Samarinda.
Dalam pembahasan tersebut, Komisi II disebut memberikan dukungan terhadap sejumlah program yang diajukan DKPP. Dengan catatan setiap kegiatan harus memiliki indikator yang jelas mulai dari input, output, outcome hingga dampak yang dihasilkan.
Untuk program yang telah berjalan pada tahun ini, Darham menyebut Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi salah satu kegiatan utama yang terus dilaksanakan guna membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Namun demikian, pelaksanaan GPM masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sumber daya dan anggaran.
Artinya, tantangannya cukup banyak. Masyarakat berharap setiap kelurahan bisa mendapatkan Gerakan Pangan Murah.
“Sementara di Samarinda ada 59 kelurahan dan tidak mungkin semuanya bisa terpenuhi dalam waktu singkat,” jelasnya.
Selain itu, DKPP juga masih mengandalkan dukungan sejumlah pihak, termasuk Bank Indonesia, dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurut Darham, kerja sama dengan Bank Indonesia selama ini membantu penyediaan sarana pendukung kegiatan seperti tenda, sehingga pelaksanaan GPM dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Ke depan, DKPP Samarinda akan memfokuskan program pada penguatan ketahanan pangan daerah sebagai langkah menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan kebutuhan pangan masyarakat.
“Yang paling utama ke depan adalah peningkatan ketahanan pangan. Itu yang menjadi fokus kami,” pungkasnya.

