Insitekaltim, Samarinda – Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda, kini memiliki 86 siswa. Terdiri 41 siswa SD, 25 siswa SMP, dan 20 siswa SMA.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat, dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui sistem pendidikan berasrama yang terintegrasi.
Kehadiran program Sekolah Rakyat, membawa perubahan besar bagi peserta didik. Tidak hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter dan kepercayaan diri.
Hal itu dirasakan langsung oleh Wina Uswatun Chasanah, orang tua dari Haafidzah Surya Zahraa, siswi kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 57 Samarinda.
Wina mengaku, tidak pernah membayangkan anaknya bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat.
Awalnya, petugas pendamping sosial datang langsung ke rumahnya untuk memperkenalkan program tersebut.
Menurutnya, saat itu keluarga belum mengetahui apa itu Sekolah Rakyat. Namun setelah mendapat penjelasan mengenai konsep pendidikan berasrama yang ditawarkan, mereka tertarik mendaftarkan anaknya.
“Awalnya kami sama sekali tidak menyangka. Ada petugas yang datang ke rumah memperkenalkan Sekolah Rakyat dan menawarkan apakah anak kami tertarik bersekolah di sana. Setelah dijelaskan, kami merasa ini kesempatan yang baik,” ujarnya, di SRT 57 Samarinda, Sabtu, 20 Juni 2026.
Setelah hampir satu tahun menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat, Wina mengaku melihat perubahan yang sangat signifikan pada putrinya.
Ia menyebut Haafidzah kini jauh lebih mandiri, percaya diri, serta berani tampil di depan umum.
“Perubahannya sangat nyata. Yang paling terlihat itu rasa percaya dirinya meningkat. Sekarang berani tampil di depan banyak orang dan lebih mandiri dibanding sebelumnya,” katanya.
Menurut Wina, berbagai bakat dan minat anaknya juga mendapat ruang untuk berkembang melalui kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah.
Ia pun mengaku bersyukur karena program tersebut sangat membantu keluarga di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah.
“Kami sangat terbantu. Dengan kondisi ekonomi saat ini, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi pertolongan bagi kami. Harapannya program ini terus berlanjut karena masih banyak anak-anak yang membutuhkan pendidikan berkualitas seperti ini,” ucapnya.
Sementara itu, Haafidzah Surya Zahraa mengaku memilih masuk Sekolah Rakyat karena ingin membantu meringankan beban orang tuanya.
Sebelumnya ia telah diterima di salah satu SMA negeri di Samarinda. Namun setelah mendapatkan informasi mengenai Sekolah Rakyat, ia memutuskan untuk bergabung.
“Saya ingin meringankan orang tua saya. Awalnya sudah diterima di SMA negeri, tetapi kemudian mendapat informasi tentang Sekolah Rakyat dan akhirnya memilih sekolah di sini,” katanya.
Haafidzah mengaku senang karena berbagai minat dan hobinya mendapat dukungan penuh dari sekolah. Saat ini ia aktif mengikuti sejumlah kegiatan ekstrakurikuler seperti jurnalistik, tari, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta Pramuka.
Melalui kegiatan jurnalistik, ia belajar menulis berita, membuat video, hingga meresensi buku. Sementara di ekstrakurikuler tari, ia telah beberapa kali tampil dalam berbagai kegiatan di luar sekolah.
“Sudah beberapa kali tampil. Saya paling suka ekstrakurikuler tari karena sekolah mendukung penuh, termasuk menyediakan kostum dan kebutuhan penampilan,” ujarnya.
Ia berharap Sekolah Rakyat terus berkembang dan memberikan kesempatan kepada lebih banyak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Harapan saya Sekolah Rakyat bisa terus maju dan semakin baik ke depannya,” katanya.

