Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bukan Sekadar FOMO, Anak Muda Rela Habiskan Jutaan Rupiah Demi Pengalaman Konser yang Tak Tergantikan

    Juni 17, 2026

    Distribusi Guru Tak Merata, Sekolah di Kaltim Terpaksa Berbagi Tenaga Pengajar

    Juni 17, 2026

    Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Turun ke 2,99 Persen, Dunia Usaha Ditantang Berinovasi

    Juni 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Harga Pertamax Naik Saat Daya Beli Lesu, Pengamat: Beban Masyarakat Kian Berat
    Ekonomi

    Harga Pertamax Naik Saat Daya Beli Lesu, Pengamat: Beban Masyarakat Kian Berat

    R’syaBy R’syaJuni 17, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi Purwoharsojo (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul) Purwadi Purwoharsojo menilai kenaikan harga Pertamax di tengah melemahnya daya beli masyarakat menjadi pukulan berat, terutama bagi kelompok berpenghasilan tetap yang saat ini menghadapi kenaikan berbagai kebutuhan hidup.

    “Sebetulnya itu pukulan berat buat masyarakat yang daya belinya sedang turun,” ujarnya di Samarinda, Rabu, 17 Juni 2026.

    Ia menyebut dampak paling nyata dari kenaikan harga Pertamax adalah peralihan konsumsi masyarakat ke Pertalite. Ketika kemampuan membeli BBM nonsubsidi menurun, masyarakat cenderung mencari alternatif yang lebih murah.

    Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menambah persoalan distribusi BBM subsidi yang selama ini masih belum tepat sasaran. Ia menyoroti masih banyak kendaraan berkapasitas mesin besar yang menggunakan Pertalite sehingga kuota BBM subsidi menjadi lebih cepat habis.

    “Yang kita khawatirkan itu kalau tiba-tiba dalam jangka panjang Pertalite dihapus, sementara kondisi ekonomi masih stagnan. Tentu ini menjadi beban berat lagi bagi masyarakat,” tuturnya.

    Pengamat ekonomi itu menjelaskan kelompok masyarakat berpenghasilan tetap menjadi pihak yang paling rentan terdampak. Sebab, pendapatan mereka tidak mengalami kenaikan, sementara biaya hidup terus bertambah.

    “Bayangkan penghasilannya tetap, tapi ada konsumsi harga-harga yang terus naik. Minyak goreng naik, BBM naik, BPJS naik, sementara ekonomi masih belum tumbuh dengan baik. Jadi pasti pukulan berat,” tegasnya.

    Selain kenaikan harga BBM, Purwadi mengungkapkan masyarakat juga masih menghadapi tekanan lain seperti nilai tukar rupiah yang belum stabil dan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Karena itu, ia meminta pemerintah lebih terbuka dalam menjelaskan manfaat dari kenaikan harga Pertamax kepada masyarakat.

    Ia berpendapat penerimaan yang diperoleh dari kebijakan tersebut harus disampaikan secara transparan, termasuk penggunaannya untuk program yang langsung dirasakan masyarakat.

    “Dari hasil kenaikan Pertamax itu terkumpul uang sekian, harusnya disampaikan. Misalnya dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk subsidi kesehatan, subsidi listrik, subsidi air bersih atau pembangunan jalan. Jadi masyarakat tahu manfaatnya,” pungkasnya.

    Harga Pertamax Naik pertamax Purwadi Purwoharsojo Universitas Mulawarman
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Turun ke 2,99 Persen, Dunia Usaha Ditantang Berinovasi

    Juni 17, 2026

    Gejolak Politik Global, Ikut Jadi Ancaman bagi Perekonomian Indonesia

    Juni 16, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026

    Aji Sofyan Effendi Menilai: Danantara Mampu Perkuat Pengelolaan Aset Strategis Nasional

    Juni 14, 2026

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026

    Kadin Kaltim Wanti-Wanti Pengusaha Daerah Tak Tersisih oleh Investor Besar

    Juni 12, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bukan Sekadar FOMO, Anak Muda Rela Habiskan Jutaan Rupiah Demi Pengalaman Konser yang Tak Tergantikan

    R’syaJuni 17, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Menonton konser kini menjadi salah satu aktivitas hiburan yang semakin diminati berbagai…

    Distribusi Guru Tak Merata, Sekolah di Kaltim Terpaksa Berbagi Tenaga Pengajar

    Juni 17, 2026

    Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Turun ke 2,99 Persen, Dunia Usaha Ditantang Berinovasi

    Juni 17, 2026

    Harga Pertamax Naik Saat Daya Beli Lesu, Pengamat: Beban Masyarakat Kian Berat

    Juni 17, 2026

    SMK di PPU Masih Bergelut dengan Drainase dan Jalan Becek, Aktivitas Belajar Sering Terganggu

    Juni 16, 2026
    1 2 3 … 3,149 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.