Insitekaltim, Samarinda – Nama Rita Widyasari masih menjadi magnet dalam percaturan politik Kalimantan Timur (Kaltim). Meski sudah lama tidak tampil di ruang publik, kemunculan mantan Bupati Kutai Kartanegara dua periode itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai peluangnya kembali ke panggung politik.
Namun, Rita memastikan dirinya belum memikirkan agenda politik menuju 2029. Saat ini lebih fokus menyelesaikan persoalan hukum yang masih berjalan serta meluruskan sejumlah informasi yang menurutnya belum tersampaikan secara utuh kepada masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Rita saat menghadiri acara temu kangen wartawan di Samarinda, Sabtu, 13 Juni 2026. Di tengah berbagai spekulasi yang terus mengiringi namanya, ia memilih menempatkan urusan politik di belakang.
“Harapan saya sederhana, mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya sekarang sedang berjuang supaya informasi tentang saya bisa disampaikan secara utuh,” kata Rita.
Masih terdapat sejumlah pemberitaan yang dianggap tidak menggambarkan keseluruhan fakta, termasuk terkait laporan kekayaan maupun perkara yang pernah menjerat dirinya.
Beberapa hal bahkan telah ia jelaskan melalui media sosial pribadinya. Namun masih ada informasi yang terpotong sehingga memunculkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
“Ada beberapa hal yang menurut saya masih miss dalam pemberitaan. Itu yang ingin saya luruskan. Fokus saya sekarang bukan politik,” ujarnya.
Alih-alih memikirkan kontestasi politik, Rita mengatakan ingin kembali berada di tengah masyarakat dan melakukan hal-hal yang menurutnya bermanfaat.
“Kalau ditanya agenda politik, belum sama sekali. Saya ingin berada di tengah masyarakat. Selama saya masih bisa membantu dalam hal-hal yang baik, itu yang saya lakukan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rita juga mengungkap komunikasi terakhirnya dengan Gubernur Kaltkm Rudy Mas’ud tetap baik dan sempat terjalin saat masa kampanye Pilkada.
Rudy Mas’ud pernah menemuinya ketika berada di Tangerang dan meminta dukungan untuk memperkuat sosialisasi politik di Kutai Kartanegara.
“Terakhir komunikasi waktu beliau kampanye. Beliau datang dan meminta dukungan untuk Kukar. Setelah itu saya tidak pernah ikut urusan politik Kaltim,” katanya.
Meski belum ingin berbicara banyak mengenai masa depan politiknya, Rita tidak sepenuhnya menutup kemungkinan jika suatu saat kembali mendapat dukungan masyarakat. Namun ia menegaskan seluruhnya bergantung pada penyelesaian persoalan hukum yang masih dihadapinya.
“Bismillah saja. Doakan yang terbaik. Masalah hukum saya belum selesai dan saya masih fokus menghadapi itu,” ucapnya.

