Insitekaltim, Samarinda – IKIP PGRI Kalimantan Timur mulai menyiapkan penguatan kompetensi digital bagi mahasiswa melalui pengembangan mata kuliah coding berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lulusan memiliki kemampuan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.
Rektor IKIP PGRI Kaltim Suriansyah mengatakan transformasi pembelajaran berbasis digital menjadi salah satu fokus pengembangan kampus dalam menyiapkan calon guru yang kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menurutnya, calon guru tidak cukup hanya menguasai bidang keilmuan yang diajarkan, tetapi juga harus memiliki kemampuan teknologi informasi yang baik.
“Kita ingin pembelajaran ke depan berbasis digitalisasi. Calon guru harus paham dan menguasai teknologi informasi, jangan sampai kalah dengan guru-guru yang sudah lebih dulu mengajar di daerah,” ujarnya di Kampus IKIP PGRI Kaltim, Kamis, 11 Juni 2026.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, kampus juga memperkuat sumber daya pengajar dengan menghadirkan dosen yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi dan kecerdasan buatan.
Suriansyah menilai penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi tenaga pendidik di era digital. Karena itu, lulusan perguruan tinggi harus memiliki kemampuan yang lebih mutakhir dibandingkan tenaga pendidik yang sudah lama mengajar.
“Lulusan kita harus lebih tahu perkembangan teknologi karena mereka mendapatkan ilmu yang paling baru selama kuliah,” katanya.
Ia mengungkapkan, mulai tahun ini kampus akan melakukan penyesuaian kurikulum dengan mengintegrasikan pembelajaran coding dan pemanfaatan AI ke dalam mata kuliah yang sudah ada.
Beberapa mata kuliah terkait aplikasi komputer yang sebelumnya diajarkan akan dimodifikasi agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi terkini.
“Kalau sebelumnya ada mata kuliah pengantar aplikasi komputer, nantinya akan kita kembangkan menjadi pembelajaran coding berbasis AI dan berbagai kompetensi digital lainnya,” jelasnya.
Menurut Suriansyah, perubahan tersebut tidak memerlukan pembukaan mata kuliah baru secara khusus karena struktur kurikulum pendukung sudah tersedia dalam beberapa semester pembelajaran. Kampus hanya perlu melakukan penyesuaian materi agar sesuai dengan kebutuhan zaman.
Melalui penguatan kompetensi digital tersebut, IKIP PGRI Kaltim berharap lulusannya mampu menjadi tenaga pendidik yang siap menghadapi tantangan pendidikan modern sekaligus mendukung transformasi digital di sekolah-sekolah.
“Kami ingin lulusan IKIP PGRI Kaltim tidak hanya siap mengajar, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi dan AI dalam proses pembelajaran di sekolah,” tutupnya

