Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan profesi petani tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan yang menghasilkan bahan pangan, melainkan juga sebuah seni yang melahirkan kehidupan.
“Petani adalah seniman kehidupan. Mereka menanam harapan di atas tanah dan memanen manfaat yang dirasakan banyak orang,” ujarnya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda Hary Winarto dalam pembukaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kota Samarinda yang dirangkai Seminar Sekolah Tani Muda 1 di Aula Arutala Bapperida Samarinda, Minggu, 31 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Andi Harun mengaku pertanian digambarkan sebagai filosofi kehidupan yang mengajarkan kesabaran, kerja keras dan harapan. Petani pun diibaratkan sebagai seniman yang melukis di atas hamparan bumi. Jika seorang pelukis menggunakan kuas dan cat untuk menciptakan karya, maka petani menggunakan benih, tanah dan ketekunan untuk menghasilkan kehidupan.
Menurutnya, setiap butir pangan yang hadir di meja makan masyarakat merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan dedikasi para petani. Oleh sebab itu, sektor pertanian tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai kemanusiaan yang sangat besar.
Pandangan tersebut dinilai relevan di tengah tantangan pembangunan daerah yang terus berkembang. Sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Samarinda diperkirakan akan menghadapi peningkatan kebutuhan pangan yang signifikan pada masa mendatang.
Melalui momentum Rakercab Pemuda Tani Indonesia, generasi muda didorong untuk melihat pertanian dari perspektif yang lebih luas. Bukan lagi sekadar pekerjaan tradisional, tetapi menjadi ruang kreativitas, inovasi, sekaligus sektor strategis yang menentukan masa depan ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi para pemuda tani untuk menyusun program kerja dan memperkuat peran mereka dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Kota Samarinda.

