Insitekaltim, Samarinda – Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan resmi diperkenalkan melalui kegiatan kick off yang dirangkai dengan kuliah umum bagi mahasiswa.
Program ini merupakan pengembangan dari skema sebelumnya yang dikenal sebagai Beasiswa Bank Indonesia (BI) atau sering dikenal Genbi.
Staf Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) Muhammad Ramadhani menjelaskan, perubahan nama tersebut juga diikuti dengan perluasan cakupan penerima bantuan.
“Kalau sebelumnya dikenal sebagai Beasiswa BI atau Genbi, sekarang menjadi Bantuan Pendidikan Kebanksentralan. Program ini tidak hanya untuk mahasiswa S1, tetapi juga mencakup tugas akhir hingga penelitian jenjang S2 selama berkaitan dengan kebanksentralan,” ujar Dhani, Kamis 23 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut mahasiswa diberikan pemahaman terkait mekanisme program, mulai dari konsep bantuan hingga peluang yang dapat dimanfaatkan. Kuliah umum menjadi bagian penting untuk memperkenalkan skema baru sekaligus mendorong partisipasi mahasiswa.
Selain itu, dilakukan pula penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara pihak terkait dalam penyaluran program bantuan tersebut. Setiap perguruan tinggi disebut telah mendapatkan kuota masing-masing serta mengajukan daftar calon penerima.
Ramadhani menekankan pentingnya pemanfaatan kuota secara maksimal, khususnya bagi kampus di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
“Harapannya kuota yang sudah diberikan bisa dimaksimalkan, sehingga kampus-kampus di Kaltim dapat mendorong mahasiswa untuk terbebas dari biaya pendidikan melalui program beasiswa yang tersedia,” jelasnya.
Ia juga menilai program ini menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan dukungan pendidikan, sekaligus memperkuat pemahaman terkait nilai-nilai kebanksentralan serta meningkatkan soft skill mereka dengan berbagai pelatihan kedepannya.

