Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Kaltim Dukung DOB Benua Raya, Tapi Pemekaran Masih Butuh Kajian

    Agustus 31, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Istri Wagub Kaltim Bagikan 500 Masker dan Siapkan Bantuan Relawan

    Agustus 31, 2026

    Empat Kompetisi Menanti, Borneo FC Samarinda Pastikan Siap Tempur

    Agustus 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Tanpa Asap, Insinerator Samarinda Gunakan Sistem Filtrasi Ramah Lingkungan
    Samarinda

    Tanpa Asap, Insinerator Samarinda Gunakan Sistem Filtrasi Ramah Lingkungan

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 27, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Insinerator Pengolahan Sampah daerah Kampung Baqa Kecamatan Samarinda seberang (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan teknologi insinerator yang digunakan dalam pengolahan sampah telah dirancang dengan memperhatikan aspek lingkungan.

    Hal itu disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Ia mengatakan sistem pembakaran yang digunakan tidak menghasilkan asap secara langsung ke udara.

    Menurutnya, insinerator tersebut menggunakan metode filtrasi yang menyalurkan hasil pembakaran ke dalam sistem penyaringan melalui air. Dengan demikian emisi yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan sekitar.

    “Insinerator ini tidak memakai cerobong asap. Asapnya tidak keluar, tapi disalurkan ke bawah melalui filtrasi air,” jelasnya, Kamis 26 Maret 2026.

    Ia menambahkan air hasil proses tersebut tidak langsung dibuang melainkan harus melalui pengujian terlebih dahulu untuk memastikan telah memenuhi standar baku mutu lingkungan.

    Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengolahan sampah tidak hanya berfokus pada pengurangan volume tetapi juga tetap menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

    Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya keseimbangan antara penanganan sampah dan aspek estetika kota.

    Fasilitas yang dibangun tidak hanya berfungsi secara teknis tetapi juga dirancang agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.

    Andi Harun menegaskan pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen pemkot dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan tidak menimbulkan dampak negatif di masa depan.

    “Penanganan sampah harus memperhatikan lingkungan. Tidak boleh membahayakan masyarakat dan tidak merusak estetika kota,” ujarnya.

    Dengan penggunaan teknologi ini pemerintah berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dampak polusi dari pengolahan sampah karena sistem yang diterapkan telah dirancang secara aman dan terkontrol.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Kaltim Dukung DOB Benua Raya, Tapi Pemekaran Masih Butuh Kajian

    Ratu ArifanzaAgustus 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Benua Raya dari Kabupaten Kutai Barat…

    Asap Karhutla Mengancam, Istri Wagub Kaltim Bagikan 500 Masker dan Siapkan Bantuan Relawan

    Agustus 31, 2026

    Empat Kompetisi Menanti, Borneo FC Samarinda Pastikan Siap Tempur

    Agustus 31, 2026

    Pembangunan Wilayah Terisolir Jadi Alasan DOB Benua Raya Kembali Didorong

    Agustus 31, 2026

    Efisiensi Anggaran Jadi Kunci Pembangunan Empat Fasilitas Kesehatan di Samarinda

    Agustus 31, 2026
    1 2 3 … 3,310 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.