Insitekaltim, Samarinda – Pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam 2026 yang digelar jajaran kepolisian di Kota Samarinda dinilai memberikan dampak positif terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya selama momen Lebaran.
Sejumlah warga mengaku merasakan langsung peningkatan rasa aman di tengah potensi meningkatnya tindak kriminalitas saat Hari Raya Idulfitri. Kondisi tersebut dinilai membuat aktivitas masyarakat, baik siang maupun malam hari menjadi lebih nyaman.
Salah satu warga Samarinda Siti Aminah mengatakan suasana Lebaran tahun ini terasa lebih tertib dibandingkan hari-hari biasa. Meski tidak melihat langsung jalannya operasi di lapangan, ia menilai dampaknya sangat terasa.
“Sebagai masyarakat, di momen Lebaran biasanya tindak kriminalitas meningkat. Tapi saya merasakan ketertiban selama Lebaran kemarin, walaupun secara langsung saya tidak melihat operasinya seperti apa, tapi dampaknya terasa. Samarinda jadi lebih tertib dan aman,” ujar Aminah, Selasa 24 Maret 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa aktivitasnya selama malam takbiran hingga pasca Lebaran lebih banyak dilakukan di dalam kota dengan kondisi lalu lintas yang relatif lancar.
“Saya hanya di sekitar Samarinda saja, sempat keluar malam juga, tapi sejauh ini aman. Bahkan di dalam kota itu tidak terlalu macet,” tambahnya.
Hal serupa pun ikut disampaikan oleh warga lainnya, Retno merasakan, peningkatan keamanan selama berlangsungnya operasi kepolisian tersebut. Menurutnya, keberadaan patroli serta pos penjagaan di sejumlah titik memberikan rasa aman, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas hingga malam hari.
“Ya tentunya saya merasakan dampaknya, apalagi di momen Lebaran ini tingkat kejahatan bisa meningkat. Tapi dengan adanya patroli polisi dan pos penjagaan, saya merasa lebih aman,” ungkap Retno.
Ia juga mengaku sempat melihat langsung aktivitas patroli kepolisian di beberapa lokasi. Di wilayah tempat tinggalnya di Samarinda Seberang, kondisi keamanan disebut tetap kondusif tanpa adanya gangguan berarti.
“Di beberapa titik memang ada pos penjagaan. Kalau di daerah saya di Samarinda Seberang, aman-aman saja, tidak ada kejadian yang mengganggu,” jelasnya.
Sementara itu, dari jajaran Polresta Samarinda mencatat sebanyak 48 kasus tindak pidana berhasil diungkap selama pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam 2026 yang berlangsung kurang lebih tiga minggu.
Operasi yang dilaksanakan oleh Polda Kalimantan Timur ini bertujuan menekan berbagai penyakit masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Melalui Konferensi Pers, pada, Senin, 16 Maret 2026, Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Samarinda Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Hendri Umar menyampaikan, operasi tersebut menyasar sejumlah tindak pidana konvensional yang dinilai meresahkan masyarakat.
“Operasi Pekat ini dilakukan sebagai upaya untuk membersihkan berbagai penyakit masyarakat serta menekan kejahatan konvensional yang biasanya meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri,” ujar Hendri.
Dari total 48 kasus yang berhasil diungkap, sebagian besar merupakan kasus pencurian dan penyalahgunaan senjata tajam. Kepolisian merinci terdapat 22 kasus pencurian, 21 kasus penyalahgunaan senjata tajam, tiga kasus premanisme, serta dua kasus perjudian.
Pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh sejumlah satuan kepolisian di wilayah hukum Samarinda, di antaranya Satuan Reserse Kriminal Polresta Samarinda dengan 11 kasus, Polsek Sungai Pinang delapan kasus, Polsek Samarinda Kota tujuh kasus, serta Polsek Samarinda Seberang enam kasus.
Selain itu, Polsek Samarinda Ulu dan Polsek Sungai Kunjang masing-masing mengungkap lima kasus, Polsek Kawasan Pelabuhan empat kasus, serta Polsek Palaran dua kasus. Operasi ini juga menyasar sejumlah lokasi rawan seperti kawasan pertokoan, terminal, tempat keramaian, objek wisata, hingga permukiman warga.
“Lokasi sasaran operasi meliputi pertokoan, terminal keberangkatan dan kedatangan, tempat keramaian, hingga kawasan permukiman masyarakat,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan operasi tersebut, pihak kepolisian berharap angka kriminalitas di Kota Samarinda dapat terus ditekan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman.
“Kami berharap upaya ini dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga warga yang akan mudik maupun beraktivitas dapat merasa lebih tenang,” pungkasnya.
