Insitekaltim, Samarinda – Terminal Sungai Kunjang menyiapkan sekitar 60 hingga 70 unit bus setiap hari untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Meski demikian, jumlah penumpang saat ini masih terpantau normal dan belum mengalami lonjakan signifikan.
Koordinator Terminal Sungai Kunjang Eko Novianto mengatakan, jumlah armada tersebut sudah termasuk bus cadangan yang disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan perjalanan ke berbagai daerah.
“Setiap hari kami siapkan sekitar 60 sampai 70 bus, termasuk cadangan. Sementara keberangkatan rata-rata sekitar 30 sampai 35 bus per hari,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menjelaskan, kondisi penumpang saat ini masih seperti hari biasa. Namun, pada waktu-waktu tertentu, seperti pagi hari, beberapa rute terlihat lebih ramai dibandingkan biasanya.
“Biasanya pagi itu penumpang lumayan ramai, seperti jurusan Kembang Janggut,” jelasnya.
Adapun rute yang dilayani dari Terminal Sungai Kunjang meliputi Samarinda–Balikpapan, Samarinda–Kota Bangun, Samarinda–Bongan, Samarinda–Kembang Janggut, Samarinda–Grogot, Samarinda–Melak, Samarinda–Handil, hingga Samarinda–Samboja.
Dalam memastikan keselamatan dan kelayakan armada, pihak terminal juga telah melakukan ramp check (ramcek) terhadap bus yang beroperasi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan memenuhi standar sebelum digunakan.
“Bus yang tidak memenuhi syarat kami beri stiker merah dan tidak boleh beroperasi,” tegasnya.
Menurutnya, bus yang dinyatakan tidak layak umumnya memiliki kendala pada aspek administrasi maupun kondisi teknis kendaraan.
Meski kesiapan armada telah dilakukan, Eko mengakui masih terdapat kendala dalam menarik penumpang untuk masuk ke dalam area terminal. Sebagian masyarakat masih memilih menunggu bus di luar terminal atau di titik tertentu.
“Penumpang kadang tidak mau masuk terminal, mungkin karena faktor lokasi atau anggapan harus membayar retribusi,” katanya.
Selain itu, keterbatasan akses angkutan umum menuju terminal juga menjadi faktor lain. Saat ini, masyarakat lebih banyak menggunakan ojek online atau kendaraan pribadi untuk mencapai lokasi terminal.
Ia berharap ke depan Terminal Sungai Kunjang dapat direvitalisasi agar memiliki fasilitas yang lebih memadai dan mampu meningkatkan kenyamanan penumpang.
“Kalau fasilitas terminal lebih baik, mungkin penumpang akan lebih tertarik masuk,” pungkasnya.
