Insitekaltim, Samarinda – Kebijakan pemberian Bonus Hari Raya (BHR) kepada mitra pengemudi mendapat respons positif dari para driver ojek daring di Samarinda. Salah satunya datang dari Ergii, seorang pengemudi yang juga mahasiswa program studi Kehutanan di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani).
Ergii mengaku bersyukur tetap mendapatkan BHR dari Gojek meskipun dirinya masih tergolong sebagai driver baru. “Walaupun saya masih driver baru, saya tetap bersyukur bisa menerima BHR,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan adanya perhatian dari perusahaan terhadap para mitra pengemudi yang tetap aktif menjalankan layanan transportasi berbasis aplikasi.
Ia juga menilai besaran BHR tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar Rp50 ribu, menurut saya peningkatannya cukup luar biasa,” katanya.
Namun Ergii memahami bahwa nominal BHR yang diterima setiap driver berbeda-beda. Hal tersebut menyesuaikan dengan peringkat serta tingkat performa pengemudi di dalam sistem aplikasi.
Saat ini, dirinya masih berada pada peringkat dasar karena aktivitasnya sebagai driver tidak dilakukan secara penuh waktu. Sebagai mahasiswa, ia harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja.
“Saya masih di rank paling bawah karena masih aktif kuliah, jadi tidak bisa setiap saat menarik penumpang,” jelasnya.
Meski begitu, Ergii menilai nominal BHR sekitar Rp150 ribu yang ia terima sudah cukup baik dan tidak menjadi persoalan baginya.
“Menurut saya itu sudah oke dan tidak masalah,” ujarnya.
Di sisi lain, Ergii berharap perusahaan dapat terus melakukan pembaruan terhadap sistem aplikasi demi meningkatkan kenyamanan para mitra pengemudi.
Ia mengungkapkan, terkadang titik pengambilan pesanan yang muncul di aplikasi justru berada lebih jauh dibandingkan dengan lokasi tujuan pengantaran, sehingga membuat driver harus menempuh jarak lebih panjang sebelum memulai perjalanan.
Karena itu, ia berharap sistem penentuan titik order di aplikasi dapat diperbaiki agar lebih efisien dan memudahkan para driver dalam menjalankan pekerjaannya.
“Semoga ke depan sistemnya bisa lebih baik lagi supaya driver juga lebih mudah saat mengambil pesanan,” pungkasnya.
