Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mendorong pemerataan tenaga dokter spesialis di daerah melalui pengembangan program pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman (Unmul).
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim Ronny Setiawati usai kegiatan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Studi Spesialis FK Unmul yang berlangsung di Ruang Rapat Utama FK Unmul, Kamis, 5 Maret 2026.
Ronny menjelaskan bahwa pengembangan program dokter spesialis (SP1) ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memenuhi kebutuhan serta meratakan distribusi tenaga kesehatan di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.
“FK Unmul saat ini sedang memperluas program pendidikan dokter spesialis. Melalui sosialisasi ini juga disampaikan rencana pembukaan tiga program studi tambahan,” ujarnya.
Tiga program studi spesialis yang akan dikembangkan tersebut meliputi spesialis Anestesi, Obstetri dan Ginekologi (kandungan), serta Penyakit Dalam. Dengan tambahan tersebut, FK Unmul akan memiliki lima program pendidikan dokter spesialis.
Ia juga menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa untuk lima program studi tersebut akan dibuka bagi seluruh kabupaten dan kota di Kaltim melalui beberapa jalur penerimaan.
“Jalur penerimaannya ada tiga, yaitu jalur undangan, jalur afirmasi, dan jalur mandiri,” jelasnya.
Ronny menekankan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan dukungan aktif dari pemerintah kabupaten dan kota. Daerah diharapkan tidak hanya mengirimkan calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan dokter spesialis, tetapi juga menyiapkan sarana pelayanan kesehatan yang memadai di daerah masing-masing.
Menurutnya, fasilitas kesehatan dan alat kesehatan yang memadai menjadi faktor penting agar dokter spesialis yang telah lulus dapat bekerja secara optimal ketika kembali ke daerah.
Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan menyiapkan lingkungan pendukung yang baik, termasuk fasilitas pendidikan bagi keluarga dokter spesialis agar mereka merasa nyaman menetap di daerah.
“Harapannya dokter yang dibiayai oleh pemerintah daerah memiliki komitmen untuk kembali dan mengabdi di daerah asal mereka,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Kaltim juga telah memberikan bantuan keuangan dan hibah untuk pengadaan sarana, prasarana, serta alat kesehatan di sejumlah rumah sakit daerah.
Beberapa di antaranya telah disalurkan pada 2024, seperti untuk RS Parikesit di Paser dan RS Sangkulirang di Kutai Timur.
Selain itu, pemerintah provinsi juga memiliki program pendidikan gratis bagi dokter spesialis melalui program Gratispol untuk membantu meringankan biaya pendidikan.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap kebutuhan tenaga dokter spesialis di daerah dapat terpenuhi sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah Kaltim semakin merata.
