Insitekaltim, Medan – Solidaritas antarprovinsi ditunjukkan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) melalui penyaluran bantuan peduli bencana senilai Rp1,2 miliar kepada wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara (Sumut).
Bantuan tersebut diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni yang mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, kepada Pj Sekda Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat, 6 Februari 2026.
Penyerahan bantuan turut disaksikan Sekda Kabupaten Tapanuli Tengah Sofyan Adil, pejabat Kabupaten Tapanuli Selatan, serta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.
“Bantuan ini bentuk dukungan dan kepedulian masyarakat Kaltim. Semoga bisa dimanfaatkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana,” ujar Sri Wahyuni di ruang Sekda Provinsi Sumut.
Ia menuturkan, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 25 November 2025 telah membangkitkan simpati masyarakat Kaltim untuk ikut berkontribusi meringankan beban para korban.
“Kami sangat berharap kondisi saudara-saudara yang terkena bencana segera pulih dan bangkit kembali menjalani aktifitas normal sehari-hari,” ungkapnya.
Dana bantuan hasil donasi masyarakat Kaltim tersebut disalurkan kepada tiga daerah terdampak, yakni Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp600 juta, Kabupaten Tapanuli Tengah Rp300 juta, dan Kabupaten Tapanuli Selatan Rp300 juta, sehingga total mencapai Rp1,2 miliar.
Pj Sekda Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian masyarakat Kaltim terhadap warga Sumut yang terdampak bencana.
“Bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan wujud nyata persaudaraan dan solidaritas antardaerah yang menguatkan moril warga kami yang terkena musibah,” kata Sulaiman, seraya menyampaikan salam hangat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim serta seluruh masyarakat Kaltim.
Ia menambahkan, selain mengelola bantuan yang masuk, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus bekerja melalui BPBD dan instansi terkait untuk mempercepat proses evakuasi, pembersihan material longsor, serta pemulihan aktivitas ekonomi dan pembangunan kembali permukiman warga terdampak.

