Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Perilaku Demonstran Dinilai Tidak Seperti Biasanya, Kapolda Duga Aksi Mahasiswa Disusupi
    Daerah

    Perilaku Demonstran Dinilai Tidak Seperti Biasanya, Kapolda Duga Aksi Mahasiswa Disusupi

    MartinusBy MartinusOktober 1, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Romi Ali Darmawan- Editor : Redaksi
    Insitekaltim,Samarinda : Aksi Kaltim Bersatu, diduga disusupi kelompok tertentu. Dugaan tersebut disampaikan oleh Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widyanto, saat ditemui di Hotel Bumi Senyiur, Selasa,(01/10/2019) sore hari tadi.
    Menurutnya, metode demonstrasi yang sudah ke 3 kalinya tersebut, tidak seperti biasanya. Menurutnya, Aksi yang dilakukan oleh massa aksi kemarin tidak memiliki ujung, dan menolak untuk berdialog dengan Anggota DPRD Kaltim, yang sudah membuka ruang kepada mahasiswa, untuk mengirimkan perwakilan sebanyak 30 orang untuk masuk.
    Selain itu, Irjen Pol Priyo Widyanto, menduga adanya penyusup dari kelompok tertentu yang masuk dalam barisan demonstrasi kemarin.
    “Ini yang harus kita paham kepada mahasiswa, mahasiswa itu masih polos, masih idealis, tapi jangan kira semuanya itu seperti dirinya, harus berpikir ada kelompok-kelompok yang membuat aksi ini tidak tuntas-tuntas” sebut  Priyo Widyanto.
    Selain itu, Priyo Widyanto menambahkan, bahwa mulai dari, coretan dinding yang melambangkan paham tertentu, dan juga ajakan untuk memakai baju hitam-hitam dinilai menjadi ciri kelompok tersebut.
    Sementara itu, dikonfirmasi terpisah melalui What’s App dan via telpon, sore hari tadi. Humas Aksi Kaltim Bersatu, Yohanes Richardo, menegaskan bahwa penolakan yang dilakukan oleh pihak mahasiswa untuk berdialog adalah sebagai bentuk mosi tidak percaya kepada Anggota DPRD, yang dinilai menjadi biang adanya rancangan undang-undang yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.
    “Kami tidak ingin berdialog, karena dirinya sudah tidak percaya lagi dengan anggota DPR bung, lewat mosi tidak percaya yang kami bacakan kemarin, dan kami ingin masuk untuk membacakan tuntutan kami, secara langsung di dalam Gedung DPR, karena kami rasa Anggota Dewan sudah tidak mewakili kami, jadi kami tetap bertahan” ucap Ricardo, saat di konfirmasi via telpon.
    Terkait adanya dugaan susupan, Ricardo mengatakan bahwa partisipasi dari berbagai macam kelompok dinilai wajar dalam gerakan rakyat, menurutnya pihaknya tetap terfokus kepada tuntutan-tuntutan yang ingin mereka sampaikan.
    ” Kalau soal kelompok tertentu, itu masanya banyak, kami tidak terlalu memfokuskan hal itu, kami fokuskan adalah tuntutan kami, nah kalau pakaian hitam-hitam, adalah upaya penyeragaman massa aksi agar tidak adanya kelompok-kelompok yang tidak berada dalam konsolidasi kami” sebut Yohanes Richardo.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Keluarga Edianto Wongso Laporkan Dokter RSUD AWS ke Polisi Dugaan Kelalaian Medis

    Oktober 7, 2026

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    Oktober 5, 2026

    Dugaan Guide Wire Tertinggal di Jantung, Keluarga Pasien Desak RSUD AWS Bertanggung Jawab

    September 26, 2026

    Sengketa Lahan di Samarinda Seberang, Dokumen Era 1990-an Kembali Dipersoalkan

    September 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    AminahOktober 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kesiapan sistem drainase menjadi salah satu faktor penting untuk mengantisipasi banjir di…

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026
    1 2 3 … 3,380 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.