Insitekaltim, IKN — Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI) Nasaruddin Umar memberikan apresiasi tinggi terhadap indeks kerukunan umat beragama di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang dinilainya melampaui rata-rata nasional.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke wilayah tersebut.
Nasaruddin menyatakan optimismenya, IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru, tetapi juga simbol keadilan, pemerataan, dan produktivitas bangsa di masa depan.
“IKN ini dibangun di atas asas keadilan dan pemerataan. Kami berharap Kaltim dapat terus mempertahankan nilai-nilai kerukunan yang sudah sangat baik ini, bahkan menjadikannya contoh bagi daerah lain,” ungkapnya saat memberikan keterangan di area VIP Bandara Sultan Aji Muhammad Sepinggan, Balikpapan, Minggu, 11 Januari 2026.
Menag juga mengajak seluruh jajaran aparatur sipil negara Kementerian Agama (Kemenag) di Kaltim untuk memperkuat peran sebagai pilar stabilitas sosial. Mengingat posisi strategis Kaltim sebagai wilayah penyangga IKN, adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag diminta berada di garda terdepan dalam merawat kerukunan umat beragama.
“Kita tidak ingin pembangunan fisik IKN berjalan pesat, tetapi fondasi kerukunannya rapuh. ASN Kemenag harus memastikan moderasi beragama bukan sekadar jargon, melainkan menjadi napas kehidupan bermasyarakat di Kaltim,” tegasnya.
Selain menyampaikan pandangan strategis terkait IKN, Menag juga menyempatkan diri melaksanakan salat subuh berjamaah perdana di Masjid Negara Nusantara bersama warga IKN dan sekitarnya. Ia mengaku terkesan dengan suasana ibadah yang berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan.
Menurut Menag, suasana tersebut mencerminkan kedalaman spiritual masyarakat Kaltim yang menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah perubahan besar akibat pembangunan IKN.
Ia pun menegaskan bahwa pesan utama dari kunjungan ini adalah pentingnya menjaga keharmonisan dan toleransi, agar IKN tidak hanya tumbuh sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat peradaban yang rukun dan damai.
“keharmonisan dan toleransi penting agar IKN tumbuh sebagai pusat peradaban yang rukun dan damai,” pungkasnya.
