Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sektor Tambang Dominasi PHK di Kaltim, 1.233 Pekerja Ajukan Klaim JKP Periode Januari-Mei 2026

    Juni 11, 2026

    Perlu Evaluasi, Fuad Minta Penerapan TKA Tak Hambat Siswa Lanjut Pendidikan

    Juni 11, 2026

    Jaga Stamina dan Kewarasan Diri, Guru TK Rutin Bermain Bulu Tangkis

    Juni 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lainnya»Kelas Fashion Disporapar Samarinda Tumbuhkan Keberanian Berkarya, Sarah Mantap Ingin Jadi Desainer
    Lainnya

    Kelas Fashion Disporapar Samarinda Tumbuhkan Keberanian Berkarya, Sarah Mantap Ingin Jadi Desainer

    RidhoBy RidhoDesember 14, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sarah, peserta kegiatan kelas fashion, memperlihatkan rangkaian desain busananya
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda— Kegiatan kelas fashion yang diikuti pelajar, Sarah Maulida, memberikan pengalaman baru sekaligus membuka wawasan tentang dunia mode. Menurutnya, fashion tidak semata soal estetika, tetapi juga menyangkut konsep serta proses kreatif di balik terciptanya sebuah busana.

    Kelas fashion yang difasilitasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda tersebut menghadirkan pelaku ekonomi kreatif bidang fashion, salah satunya Musrifah atau yang akrab disapa Bunda Gilfa, pemilik brand Gilfantee.

    Melalui kegiatan bertajuk Berbincang-Bincang, Musrifah mengajak para peserta mengenal dasar-dasar perancangan busana, mulai dari pembuatan ilustrasi hingga penyusunan moodboard sebagai referensi inspirasi sebelum sebuah karya diwujudkan.

    Sarah mengaku ketertarikannya mengikuti kelas fashion berawal dari rasa penasaran terhadap proses desain pakaian, mulai dari pemilihan warna hingga potongan busana. Ia ingin mengetahui tahapan yang harus dilalui sebelum sebuah busana tercipta, sekaligus menambah pengalaman dan melatih keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

    “Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi memahami bahwa desain busana bukan hanya soal keindahan, tetapi juga memiliki konsep, cerita, dan tahapan proses yang harus dilalui,” ujar Sarah saat diwawancarai melalui WhatsApp Minggu, 14 Desember 2025.

    Ia menuturkan, manfaat terbesar yang dirasakan adalah meningkatnya keberanian dalam menuangkan ide serta tumbuhnya sikap menghargai proses kreatif, meskipun hasil karya yang dihasilkan belum sepenuhnya sempurna. Menurutnya, kegiatan tersebut turut mengasah kepekaan dan kreativitas para peserta.

    Lebih lanjut, Sarah menilai kelas fashion tersebut cukup menginspirasi dirinya untuk menekuni dunia mode secara lebih serius. Ia memandang fashion sebagai medium untuk mengekspresikan identitas, kreativitas, sekaligus menyampaikan pesan melalui busana.

    Sarah juga mengungkapkan cita-citanya untuk menjadi desainer, khususnya di bidang gaun atau busana pesta yang memiliki konsep dan cerita di setiap rancangan.

    “Saya ingin menciptakan busana yang tidak hanya dikenakan, tetapi juga memiliki makna yang dapat dirasakan,” katanya.

    Adapun tantangan terbesar yang ia hadapi selama proses pembuatan desain dan moodboard adalah menyatukan berbagai ide ke dalam bentuk visual yang utuh. Meski demikian, tantangan tersebut justru mengajarkannya untuk lebih sabar dan percaya pada proses.

    Terkait keberlanjutan kegiatan serupa, Sarah berharap pemerintah dapat lebih sering menghadirkan kelas dengan praktik langsung, pendampingan dari pelaku industri fashion, serta menyediakan ruang untuk memamerkan karya peserta.

    “Hal ini penting agar kegiatan tidak berhenti pada tataran teori saja, tetapi benar-benar memberikan pengalaman nyata bagi generasi muda ke depan,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Mengapa Tanah Mengeluarkan Aroma Khas Setelah Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Juni 7, 2026

    Sekber Tiga Organisasi Media Resmi Terbentuk, Siap Kawal Kebijakan dan Cegah Pemimpin Terseret Hukum

    Mei 1, 2026

    Menelisik Makna Self-Healing Lewat Buku What’s So Wrong About Your Self Healing

    Februari 22, 2026

    GONG XI HAPPY: Lagu Baru Raih Sorotan di Tengah Gelombang Keceriaan Imlek

    Februari 16, 2026

    Pemprov Kaltim Izinkan Tongkang Melintas di Sungai Mahakam dengan Pengawalan Eskort

    Januari 28, 2026

    Gubernur Khofifah Dorong RSNU Pasuruan Perluas Layanan Kesehatan yang Inklusif

    Januari 26, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sektor Tambang Dominasi PHK di Kaltim, 1.233 Pekerja Ajukan Klaim JKP Periode Januari-Mei 2026

    Nur AjijahJuni 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Samarinda, Murniati, mengatakan sejak Januari hingga Mei 2026…

    Perlu Evaluasi, Fuad Minta Penerapan TKA Tak Hambat Siswa Lanjut Pendidikan

    Juni 11, 2026

    Jaga Stamina dan Kewarasan Diri, Guru TK Rutin Bermain Bulu Tangkis

    Juni 11, 2026

    Satu-satunya di Kaltim, Prodi Pendidikan Otomotif IKIP PGRI Tawarkan Keunggulan Ganda

    Juni 11, 2026

    PGRI Kaltim Siapkan Mata Kuliah Coding Berbasis AI untuk Calon Guru

    Juni 11, 2026
    1 2 3 … 3,139 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.