Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Ribuan Massa Aliansi Mahakam Geruduk DPRD Kaltim, Isu Tunjangan DPR hingga RUU Kontroversial Jadi Sorotan
    Kaltim

    Ribuan Massa Aliansi Mahakam Geruduk DPRD Kaltim, Isu Tunjangan DPR hingga RUU Kontroversial Jadi Sorotan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 1, 2025Updated:Februari 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur Menggugat (Aliansi Mahakam) menggelar aksi besar-besaran di depan Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin, 1 September 2025.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur Menggugat (Aliansi Mahakam) menggelar aksi besar-besaran di depan Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin, 1 September 2025.

    Massa mulai bergerak sejak siang hari melalui long march dari Islamic Center menuju Karang Paci. Dengan atribut almamater, bendera organisasi intra-ekstra kampus, hingga poster-poster kritis, mereka memenuhi jalan protokol menuju gedung dewan.

    Suasana kian riuh saat mahasiswa mendekati pagar DPRD yang dijaga ketat aparat, bahkan beberapa sempat memanjat barikade kawat berduri untuk membentangkan spanduk penolakan praktik korupsi.

    Aksi ini membawa 11 tuntutan utama, mulai dari penolakan RUU KUHP, desakan pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan RUU Perampasan Aset, hingga isu kesejahteraan guru, dosen, serta buruh.

    Selain itu, sorotan terhadap tunjangan mewah DPR menjadi isu sentral yang digaungkan massa.

    “Kami melihat pernyataan presiden soal tunjangan DPR belum jelas. Di Kaltim, praktik KKN dan kejahatan ekologis masih marak. Hasil sumber daya alam tidak kembali ke masyarakat, dan ini harus dihentikan,” tegas Humas Aliansi Mahakam, Syafrudin, dari atas mobil komando.

    Dalam orasi yang bergantian, mahasiswa juga menyinggung keresahan masyarakat sehari-hari, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum dirasakan sebagian warga, hingga kritik keras terhadap keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil.

    “Tugas tentara menjaga perbatasan, bukan menghadang mahasiswa,” teriak seorang orator, disambut sorakan massa.

    Suasana sempat memanas ketika sejumlah oknum melempar botol plastik hingga batu kecil ke arah aparat. Seorang pemuda yang diduga provokator bahkan diamankan oleh tim internal demonstrasi setelah melempar benda ke arah kerumunan sendiri.

    Meski demikian, koordinator lapangan segera menenangkan massa agar tidak terprovokasi.

    Menjelang sore, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud akhirnya turun langsung menemui massa, didampingi beberapa anggota dewan lainnya. Dengan pengeras suara, ia menegaskan bahwa DPRD mendengar dan memahami keresahan mahasiswa, serta berkomitmen menindaklanjuti aspirasi melalui mekanisme resmi.

    “Kami tidak menutup mata. Aspirasi ini akan kami masukkan dalam rekomendasi resmi dewan agar memiliki dasar hukum kuat sebelum disampaikan ke DPR RI maupun kementerian terkait,” ucap Hasanuddin.

    Ia menambahkan, tuntutan mahasiswa mengenai RUU KUHP maupun isu kesejahteraan rakyat memang sudah lama menjadi perhatian publik.

    Menurutnya, pertemuan langsung dengan mahasiswa adalah bentuk penghargaan terhadap peran mereka sebagai agen perubahan.

    “Tugas kami menjembatani suara masyarakat daerah dengan pemerintah pusat,” tegasnya.

    Meski pertemuan dengan pimpinan dewan sempat meredakan ketegangan, hingga pukul 18.00 WITA massa tetap bertahan di depan gedung DPRD. Aparat akhirnya menembakkan water canon untuk membubarkan kerumunan secara paksa.

    Aksi Aliansi Mahakam hari itu mencatatkan sejarah baru gerakan mahasiswa di Samarinda: gabungan suara buruh, tani, dan rakyat kecil yang menyuarakan keresahan kolektif.

    Meski diwarnai ketegangan, solidaritas massa tetap membara, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat Bumi Etam tidak bisa diabaikan begitu saja.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026

    HUT ke-81 TNI, Prajurit Diminta Tak Hanya Kuasai Alutsista tapi Juga Taat Hukum

    Oktober 5, 2026

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Hujan Kembali Guyur Kaltim, Warga Sambut Lega Setelah Kemarau

    September 25, 2026

    9 Jam Berjibaku, Warga dan Relawan Padamkan Kebakaran 4 Hektare di Prangat Baru

    Agustus 19, 2026

    Impian Sejak SMP Terwujud, Beatrice Limbong Jadi Pembawa Baki HUT ke-81 RI di Kaltim

    Agustus 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Ratu ArifanzaOktober 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Durasi musim hujan di Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2026–2027 diprediksi lebih pendek…

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026
    1 2 3 … 3,380 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.