Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026

    Konflik Lahan Korpri Loa Bakung Tak Kunjung Tuntas, Pemprov Kaltim Revisi Aturan Sewa Lahan

    Mei 20, 2026

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    Mei 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Harga Beras Kaltim di Atas HET, Pasokan Masih Dominan dari Luar Daerah
    Diskominfo Kaltim

    Harga Beras Kaltim di Atas HET, Pasokan Masih Dominan dari Luar Daerah

    SittiBy SittiAgustus 7, 2025Updated:Agustus 7, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kaltim Heni Purwaningsih
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Harga beras premium di Kalimantan Timur (Kaltim) kini mencapai Rp15.400 per kilogram, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat. Situasi ini muncul seiring ketergantungan pasokan beras Kaltim terhadap daerah luar seperti Jawa dan Sulawesi.

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kaltim Heni Purwaningsih mengungkap kondisi pasokan tersebut saat konferensi pers hasil pengawasan beras, Kamis 7 Agustus 2025.

    “Yang disebut beras lokal itu hanya dikemas di sini, berasnya masih dari luar, paling banyak dari Jawa dan Sulawesi,” ujar Heni.

    Distribusi beras di Kaltim menghadapi hambatan geografis dan infrastruktur yang belum seefisien Pulau Jawa. Hal ini berdampak langsung pada biaya logistik yang lebih tinggi, sehingga turut mendongkrak harga jual di tingkat konsumen.

    “Kalau dibandingkan dengan Jawa, biaya logistik di Kalimantan jauh lebih besar. Ini memengaruhi harga pokok penjualan distributor, yang berujung pada harga eceran di atas HET,” kata Heni.

    Meski harga melonjak, pemerintah daerah belum menerapkan intervensi langsung dalam bentuk subsidi atau penurunan harga. Fokus saat ini tertuju pada penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat agar kebijakan nasional dapat mengakomodasi tantangan logistik di wilayah Kalimantan.

    Di sisi lain, produksi beras dari dalam daerah belum dapat menjadi solusi utama. Beberapa sentra produksi memang tersedia di wilayah seperti Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Berau, dan Kutai Timur. Namun volume panen belum sanggup memenuhi kebutuhan pasar secara signifikan.

    “Ada beberapa sentra, tapi belum mampu menopang seluruh konsumsi masyarakat. Kalau pun ada merek yang benar-benar menggunakan beras lokal, jumlahnya masih terbatas,” jelas Heni.

    Harga beras yang melebihi batas eceran tidak hanya mengganggu stabilitas pasar, tetapi juga memicu keresahan masyarakat, terutama kelompok rentan. Dalam jangka pendek, pemerintah belum melakukan penarikan produk atau sanksi terhadap distributor. Namun langkah monitoring dan pembinaan terus dijalankan oleh tim pengawasan terpadu.

    Pemerintah juga menekankan pentingnya membangun ekosistem perdagangan pangan yang sehat dan berkelanjutan. Regulasi yang berpihak pada ketersediaan barang, mutu, serta keterjangkauan harga dinilai perlu diperkuat.

    “Barang kebutuhan pokok seperti beras harus tersedia dalam jumlah cukup, harganya bisa dijangkau masyarakat, dan kualitasnya terjamin. Untuk mewujudkan itu, semua pihak dalam rantai pasok harus terlibat, dari pelaku usaha hingga pemerintah,” tutur Heni.

    Sementara itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap isu-isu yang menyesatkan, seperti beras plastik atau manipulasi kemasan. DPPKUKM akan terus mempublikasikan hasil pengawasan secara berkala dan mendorong pelaku usaha agar memperdagangkan produk sesuai ketentuan. (Adv/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    DPPKUKM Kaltim Harga beras Kaltim Heni Purwaningsih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Ratu ArifanzaMei 21, 2026

    Insitekaltim, Tangerang – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melontarkan peringatan keras…

    Konflik Lahan Korpri Loa Bakung Tak Kunjung Tuntas, Pemprov Kaltim Revisi Aturan Sewa Lahan

    Mei 20, 2026

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    Mei 20, 2026

    DPRD Pertanyakan Efektivitas Digitalisasi Pendidikan Samarinda Tanpa Parameter Jelas

    Mei 20, 2026

    Kejati Kaltim Sita Lagi Rp57 Miliar Kasus Tambang Kukar, Total Uang Diselamatkan Capai Rp271 Miliar

    Mei 20, 2026
    1 2 3 … 3,099 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.