Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RKPD 2027 Disusun Lebih Realistis, Pemprov Kaltim Fokus Empat Prioritas Utama

    Maret 31, 2026

    Dari Rumah Cagar Budaya, Tenun Samarinda Terus Menghidupi Generasi

    Maret 31, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Revitalisasi Pasar Segiri, Terapkan Sistem Zonasi dan Layanan 24 Jam

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Kaltim Sosialisasikan KRB dan RPB Menuju Desa Mandiri Tanggap Bencana
    Diskominfo Kaltim

    Kaltim Sosialisasikan KRB dan RPB Menuju Desa Mandiri Tanggap Bencana

    SittiBy SittiJuli 31, 2025Updated:Juli 31, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sosialisasi Kajian Risiko Bencana (KRB) 2025–2026 dan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) 2023–2027 di Hotel Puri Senyiur
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur menggelar Sosialisasi Kajian Risiko Bencana (KRB) 2025–2026 dan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) 2023–2027 di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Kamis, 31 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah provinsi dalam menyusun sistem kebencanaan yang terpadu dan berkelanjutan.

    Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano, yang hadir mewakili Kepala BPBD Kaltim Agus Tianur.

    Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa dua dokumen penting ini KRB dan RPB menjadi instrumen strategis dalam memetakan potensi risiko serta merancang respon efektif dalam penanggulangan bencana di Kaltim.h

    “Kita berhadapan dengan berbagai ancaman, baik yang bersifat hidrometeorologi seperti banjir dan kekeringan, maupun geologi-biologi seperti tanah longsor dan kebakaran hutan-lahan. Maka, rencana penanggulangan bencana ini harus menjadi bagian dari program kerja setiap daerah,” ujar Tresna.

    Kegiatan sosialisasi ini melibatkan peserta dari berbagai kalangan, termasuk perangkat daerah provinsi, lembaga vertikal, hingga perwakilan dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Ketua panitia, Ivan Ramdani, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menyosialisasikan strategi besar provinsi dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat hingga tingkat desa.

    “Ini bukan sekadar acara seremonial. Kita ingin setiap peserta benar-benar memahami arah kebijakan dalam dokumen KRB dan RPB ini, agar bisa mengintegrasikannya ke dalam rencana pembangunan daerah masing-masing,” kata Ivan.

    Menurutnya, salah satu sasaran utama dalam implementasi kebijakan ini adalah mendorong lahirnya desa-desa tangguh bencana. Mengingat luasnya wilayah Kaltim dan terbatasnya jangkauan pemerintah saat terjadi bencana, pendekatan berbasis komunitas menjadi sangat penting.

    “Kita tidak bisa hanya mengandalkan respon dari pemerintah pusat atau provinsi. Desa harus kita latih untuk mandiri menghadapi bencana yang mereka alami,” jelas Ivan.

    Ia mencontohkan berbagai bentuk kesiapan yang bisa dibangun, mulai dari pelatihan evakuasi mandiri, simulasi kebencanaan, hingga penguatan fasilitas seperti Puskesmas Aman Bencana dan Rumah Sakit Tangguh Bencana.

    “Bayangkan kalau rumah sakit justru berada di zona rawan. Maka harus dipastikan mereka punya sistem evakuasi yang baik dan tidak lumpuh saat krisis,” tambahnya.

    Selain itu, dalam dokumen RPB yang telah disusun sejak 2022, pemerintah juga menetapkan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menganggarkan secara teknis upaya penanggulangan bencana dalam lima tahun ke depan.

    “Misalnya Dinas Kesehatan membuat program penguatan fasilitas kesehatan terhadap risiko bencana. Dinas sosial bisa menyiapkan logistik. Bahkan desa-desa akan diberi peta rawan bencana, dilengkapi alat deteksi dini, dan pelatihan rutin,” tutur Ivan.

    Tresna menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam implementasi rencana tersebut. Ia mengajak seluruh peserta untuk aktif memberikan saran dan kritik demi menyempurnakan dokumen dan implementasinya.

    “Kami tidak bisa berjalan sendiri. Perlu masukan dari akademisi, masyarakat, dan OPD agar dokumen ini betul-betul hidup, tidak hanya sekadar tumpukan kertas,” ungkapnya.

    Ia berharap melalui kegiatan ini, Provinsi Kaltim bisa memperkuat ketahanan masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya pada saat kejadian bencana, tetapi juga dalam fase pra dan pasca bencana.

    “Dengan kolaborasi dan pemahaman bersama, kita bisa menciptakan Kalimantan Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaulat dalam menghadapi ancaman bencana,” tutup Tresna. (Adv/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    BPBD KRB Tresna Rosano
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Pemkot Samarinda Kebut Penanganan Pasar Pascakebakaran, Pembersihan Ditarget Tuntas 2 Hari

    Maret 27, 2026

    Tak Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal Kaltim Bahas Dukungan Infrastruktur Daerah

    Maret 22, 2026

    Lebaran Pertama, Gubernur Kaltim Pilih Temui Lansia di Panti Sosial

    Maret 21, 2026

    Gubernur Kaltim Soroti Peran Strategis Baznas, Penyaluran Zakat Tembus Rp23 Miliar

    Maret 20, 2026

    Satgas Pangan Polda Kaltim Pastikan Stok Aman, Tidak Ada Penimbunan Jelang Lebaran dan Nyepi

    Maret 17, 2026

    Disperindagkop Kaltim Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying LPG Jelang Lebaran

    Maret 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    RKPD 2027 Disusun Lebih Realistis, Pemprov Kaltim Fokus Empat Prioritas Utama

    Ratu ArifanzaMaret 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah…

    Dari Rumah Cagar Budaya, Tenun Samarinda Terus Menghidupi Generasi

    Maret 31, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Revitalisasi Pasar Segiri, Terapkan Sistem Zonasi dan Layanan 24 Jam

    Maret 31, 2026

    Dibina BI, UMKM Kampung Ketupat Samarinda Tumbuh Pesat hingga Tembus Pasar Luar Daerah

    Maret 31, 2026
    Our Picks

    RKPD 2027 Disusun Lebih Realistis, Pemprov Kaltim Fokus Empat Prioritas Utama

    Maret 31, 2026

    Dari Rumah Cagar Budaya, Tenun Samarinda Terus Menghidupi Generasi

    Maret 31, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Revitalisasi Pasar Segiri, Terapkan Sistem Zonasi dan Layanan 24 Jam

    Maret 31, 2026

    Dibina BI, UMKM Kampung Ketupat Samarinda Tumbuh Pesat hingga Tembus Pasar Luar Daerah

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.