Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    187 Lulusan IKIP PGRI Kaltim Siap Diwisuda Oktober 2026

    Agustus 14, 2026

    Tak Ingin Elit di Internal Partai, PDI Perjuangan Samarinda Dorong Kader Turun ke Masyarakat

    Agustus 14, 2026

    Iswandi: Efisiensi Anggaran DPRD Samarinda Berlanjut, Kinerja Tetap Jadi Prioritas

    Agustus 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Banjir Tak Kunjung Usai, DPRD Kaltim Usul Opsi Keruk Sungai oleh Perusda
    DPRD Kaltim

    Banjir Tak Kunjung Usai, DPRD Kaltim Usul Opsi Keruk Sungai oleh Perusda

    SittiBy SittiJuli 9, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi II DPRD Kaltim Guntur
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Persoalan banjir di Kutai Kartanegara (Kukar) tak kunjung menemukan solusi tuntas. Kondisi ini mendorong DPRD Kalimantan Timur untuk mengambil langkah alternatif, salah satunya dengan mengusulkan pengerukan Sungai Mahakam dilakukan oleh perusahaan daerah (perusda).

    Anggota Komisi II DPRD Kaltim Guntur menilai banjir di Kukar semakin parah akibat curah hujan ekstrem yang dibarengi pendangkalan Sungai Mahakam. Ia menilai kondisi sedimentasi yang sudah menahun menjadi penyebab utama air sulit surut.

    “Pada saat curah hujan tinggi, alam tidak bisa kita bendung. Salah satu penyebab utama lambatnya air surut di Kukar adalah sedimentasi Sungai Mahakam yang sudah mencapai 5 sampai 7 sentimeter per tahun. Puluhan tahun kita tidak melakukan pengerukan,” ujar Guntur usai Rapat Paripurna DPRD Kaltim ke-22 di Gedung B DPRD Kaltim, Rabu 9 Juli 2025.

    Sungai Mahakam merupakan sungai strategis nasional yang kewenangannya berada di bawah pemerintah pusat. Namun, ia menilai ketergantungan penuh pada pemerintah pusat membuat proses pengerukan tidak bisa cepat dilakukan karena birokrasi yang panjang.

    “Kalau mengandalkan pusat, prosesnya lama. Kita di Komisi II sudah koordinasi dengan perusda. Harapannya, perusda bisa dilibatkan supaya tidak selalu tergantung pada pusat,” katanya.

    Pengerukan secara berkala sangat diperlukan terutama di wilayah muara yang mengalami pendangkalan parah. Dengan begitu, aliran air saat hujan deras dan pasang laut bisa mengalir lebih cepat, meminimalisir genangan dan banjir.

    “Kalau Sungai Mahakam dikeruk secara rutin, saya yakin air bisa cepat mengalir. Kita bisa lihat saat surut saja pendangkalannya kelihatan sekali,” sambungnya.

    Namun demikian, Guntur mengingatkan agar pengerukan tidak dilakukan sembarangan. Ia khawatir pengerukan yang masif bisa berdampak pada ekosistem sungai, termasuk keberadaan pesut mahakam yang menjadi ikon Kaltim.

    “Saya juga khawatir pengerukan ini mengganggu tempat pesut di sekitar Danau Semayang. Kita tidak mau kehilangan spesies yang jadi kebanggaan Kaltim,” ucapnya.

    Di sisi lain, Guntur mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Bupati sudah memulai langkah perbaikan infrastruktur drainase dan pengendalian banjir. Koordinasi antara DPRD Kaltim, Pemkab Kukar, dan perusda terus dilakukan agar penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh.

    Ia juga berharap pemerintah pusat bisa memberikan keleluasaan kepada perusda untuk berperan aktif dalam pengerukan. Menurutnya, jika perusda diberikan kewenangan teknis dan anggaran, pengerukan dapat dilakukan lebih cepat tanpa terganjal birokrasi.

    “Kalau perusda diberi kewenangan teknis dan anggaran, pengerukan bisa dilakukan sewaktu-waktu tanpa harus menunggu lama,” tutupnya.

    Banjir Guntur Perusda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Banjir dan Sampah Masih Jadi Persoalan, Normalisasi Drainase hingga Edukasi Warga Diperkuat

    Juli 12, 2026

    Aturan Pusat Kaku, Fraksi PDI-P Kaltim Protes Daerah Dilarang Adakan Pupuk dan Alsintan

    Juli 9, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    187 Lulusan IKIP PGRI Kaltim Siap Diwisuda Oktober 2026

    R’syaAgustus 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 187 mahasiswa IKIP PGRI Kalimantan Timur (Kaltim) yang telah menyelesaikan yudisium…

    Tak Ingin Elit di Internal Partai, PDI Perjuangan Samarinda Dorong Kader Turun ke Masyarakat

    Agustus 14, 2026

    Iswandi: Efisiensi Anggaran DPRD Samarinda Berlanjut, Kinerja Tetap Jadi Prioritas

    Agustus 14, 2026

    APBD Samarinda 2025 Dipatok Rp3,4 Triliun, Pemkot Fokus Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur

    Agustus 14, 2026

    Jelang Porprov, IKIP PGRI Kaltim Beri Dispensasi Kuliah bagi Mahasiswa Atlet

    Agustus 14, 2026
    1 2 3 … 3,277 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.