Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    WiFi Gratis Bontang Mulai Pulih, Bontang Baru dan Loktuan Kembali Aktif

    Agustus 12, 2026

    Konsumsi MBG di SMPN 28 Samarinda Capai 98 Persen, Siswa Antusias Tunggu Jam Makan

    Agustus 12, 2026

    Bukan Sekadar Kompetisi, IWL 2026/2027 Jadi Jalan Pemain Putri Menuju Timnas

    Agustus 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Daya Tampung Sempit di Kota Besar, Disdikbud Kaltim Arahkan ke Sekolah Swasta
    Diskominfo Kaltim

    Daya Tampung Sempit di Kota Besar, Disdikbud Kaltim Arahkan ke Sekolah Swasta

    EkhaBy EkhaJuni 10, 2025Updated:Juli 12, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Daya tampung sekolah negeri yang terbatas di sejumlah kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan menjadi perhatian utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur menjelang pelaksanaan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026.

    Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Disdikbud Kaltim secara terbuka mengarahkan siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri untuk mendaftar ke sekolah swasta.

    Hal ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Kaltim, Selasa, 10 Juni 2025, di Gedung E Kantor DPRD Kaltim.

    “Terutama di Balikpapan dan Samarinda, jika tidak bisa tertampung di sekolah negeri, otomatis siswa akan diarahkan ke sekolah swasta,” kata Armin.

    Pendaftaran SPMB sendiri akan dimulai pada 16 Juni 2025, dengan sistem daring berbasis pemantauan yang diklaim lebih transparan dan akuntabel. Dalam pelaksanaan tahun ini, Disdikbud mengganti istilah zonasi menjadi domisili, meski prinsip dasarnya tetap pada pemerataan akses pendidikan.

    “Sistem zonasi masih ada, tapi sekarang kita pakai istilah domisili. Kami juga bentuk tim pemantau agar pelaksanaan bisa dipantau langsung melalui sistem,” jelas Armin.

    Selain itu, Armin juga menyoroti kondisi sekolah di daerah terpencil dan terisolasi. Ia menyebut bahwa sekolah di wilayah seperti itu akan diizinkan menerima siswa melebihi kuota resmi, sebagai bentuk fleksibilitas kebijakan yang memperhatikan kondisi geografis.

    “Kalau sekolahnya terisolir dan tidak ada sekolah lain, ya harus tetap menerima, walaupun melebihi daya tampung,” tambahnya.

    Berdasarkan data Disdikbud Kaltim, jumlah daya tampung tingkat SMA terbanyak berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 6.441 kursi. Disusul oleh Samarinda sebanyak 4.915, Balikpapan 3.382, Kutai Timur 3.128, dan Paser 2.540. Kabupaten lainnya seperti Berau mencatat daya tampung 2.779, Penajam Paser Utara 1.404, Kutai Barat 1.996, Bontang 756, dan Mahakam Ulu 590.

    Sementara untuk tingkat SMK, Samarinda mencatat daya tampung tertinggi dengan 7.250 siswa, diikuti oleh Kutai Kartanegara 3.314, Balikpapan 3.250, Kutai Timur 2.248, Berau 1.456, Paser 1.336, Penajam Paser Utara 1.440, Kutai Barat 1.110, Bontang 1.008, dan Mahakam Ulu belum mencatatkan data.

    Total daya tampung seluruh SMA di Kaltim tahun ini mencapai 27.931 kursi yang tersebar dalam 766 rombongan belajar, sedangkan daya tampung SMK mencapai 22.412 kursi dalam 637 rombel.

    Dengan terbatasnya daya tampung di kota besar dan terus bertambahnya lulusan SMP setiap tahunnya, Disdikbud Kaltim meminta masyarakat untuk memahami kemungkinan sebagian peserta didik harus masuk ke sekolah swasta. Armin memastikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sekolah swasta agar dapat menampung siswa secara optimal.

    “Kami ingin memastikan semua anak tetap sekolah. Negeri atau swasta sama pentingnya, dan ini tanggung jawab bersama,” tutup Armin (Adv/Diskominfokaltim).

    Editor : Sukri

    Disdikbud kaltim Plt Armin Sekolah Swasta SPMB 2025
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ekha

    Related Posts

    Pemprov Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan, Rudy Mas’ud Dinobatkan Pelopor Transformasi

    Juli 31, 2026

    Disdikbud Kaltim Akui Belum Punya Indikator Ukur Dampak Gratispol

    Juli 29, 2026

    Guru Swasta Kaltim Terancam Terima Insentif Rp400 Ribu, Penerima Bakal Dikurangi

    Juli 28, 2026

    Putus Kontrak Dua Tahun Berturut-turut, Penyelesaian Proyek Sekolah Kaltim Kembali Dianggarkan

    Juli 27, 2026

    Sekolah Sudah Masuk, Seragam Gratispol Kaltim Masih Diproduksi

    Juli 27, 2026

    Gangguan Server Warnai SPMB Terintegrasi Perdana di Kaltim, Jadi Sorotan Evaluasi

    Juni 26, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    WiFi Gratis Bontang Mulai Pulih, Bontang Baru dan Loktuan Kembali Aktif

    R’syaAgustus 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Gangguan layanan WiFi Gratis di sejumlah wilayah Kota Bontang mulai teratasi. Pemerintah…

    Konsumsi MBG di SMPN 28 Samarinda Capai 98 Persen, Siswa Antusias Tunggu Jam Makan

    Agustus 12, 2026

    Bukan Sekadar Kompetisi, IWL 2026/2027 Jadi Jalan Pemain Putri Menuju Timnas

    Agustus 12, 2026

    WiFi Gratis di Sejumlah Titik Bontang Terganggu akibat Kabel Fiber Optik Terputus

    Agustus 12, 2026

    Pawai HUT RI ke-81 Ditiadakan, Andi Harun Alihkan Kegiatan ke Kelurahan

    Agustus 12, 2026
    1 2 3 … 3,274 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.