Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Atasi Banjir, Pemkot Bontang Akan Normalisasi Sungai dan Buat Folder
    Advertorial

    Atasi Banjir, Pemkot Bontang Akan Normalisasi Sungai dan Buat Folder

    MartinusBy MartinusJuni 10, 201903 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Bontang– Tingginya debit air dan curah hujan di Kalimantan Timur, dalam beberapa hari membuat sejumlah kota terendam banjir, menjelang lebaran idul fitri 1440 hijriah, Kota Bontang merupakan yang pertama kali mengalami musibah banjir. Pengalaman tersebut mengukir sejarah dan pelajaran bagi masyarakat Bontang.
     
    Dalam menghadapi permasalahan banjir. Pemerintah Kota Bontang langsung bergerak cepat. Di hari pertama masuk kerja, Pemkot Bontang langsung menggelar rapat penanggulangan banjir yang digelar di Pondopo Wali kota Bontang, Jalan Awang Long, Senin (10/6/2019).Rapat tersebut diikuti seluruh OPD terkait
    Menurut Wali kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam hal ini, pemkot Bontang tidak mencari siapa yang salah namun solusi untuk menyelesaikan masalah.
    “Dari beberapa rekomendasi untuk dibuat kajian, pemkot sudah membuat kajian guna membuat waduk, Kami nantinya juga akan menghadap gubernur untuk permasalahan banjir di Bontang. Salah satu rekomendasi tim ahli adalah bagaimana membangun bendungan namun memerlukan proses yang cukup panjang, untuk awal  nantinya lebih dulu akan membangun turap yang tinggi. Jika ada lahan yang harus di bebaskan akan kita lakukan,”ujar Neni

    Dalam rapat tersebut ada bebebrapa startegi yang nantinya akan dilakukan dalam mengatasi banjir di Kota Bontang, seperti menormalisasikan titik – titik banjir, bentuk satgas penangulangan banjir, merenovasi jembatan yang lama, membuat folder, melakukan pelebaran sungai, dan memperbanyak ruang terbuka hijau.
    “Ada beberapa hal yang akan segera ditindaklanjuti, seperti pengangkatan sedimen, pembangunan folder, relokasi permukiman dibantaran sungai, pelebaran dan penurapan dinding sungai, penegakan aturan larangan buang sampah sembarang. Berkaitan masalah ini kami akan berkoordinasi langsung dengan Gubernur Kaltim guna percepatan pembangunan SPAM Marangkayu dan Bendali Suka Rahmat. Mari kita berdo’a dan bahu membahu berkontribusi terbaik guna mencegah terulangnya bencana banjir di Kota Bontang,” ujarnya.
    Melakukan normalisasi titik banjir tersebut, lebih dulu akan dilakukan pada sungai di Bontang dan Sungai Kanibungan, dimana sungai tersebut menjadi penyebab utama luapan banjir di Bontang. Ada tiga segmen yang akan dilakukan dengan membebaskan lahan dan mengalihkan aliran sungai hingga tembus ke laut. Namun jika masih masuk dalam kawasan Pupuk Kaltim, maka semua hal akan menyangkut kewenangan managemen Pupuk Kaltim.
    “Melakukan 3 segmen mengatasi banjir di Kota Bontang, dan ini tentu bersinggungan dengan wilayah PKT, dan bersinggungan wilayah di sungai, tentu akan kita percepat, namun kita akan menangani di wilayah kita,” ujar Neni.

    Selain itu, rencananya juga akan bekerja sama dengan PLN dan PDAM untuk tidak memberikan layanan kepada masyarakat yang masih tinggal di pinggiran sungai.
    “Kita juga akan tekankan kepada PLN dan PDAM untuk tidak memberikan listrik dan air bersih kepada masyarakat yang masih bermukim di pinggiran sungai,” ujarnya.(yanti)

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Tanpa APBD, DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

    Agustus 25, 2026

    Abdul Rohim Dorong Inspektorat Periksa Dugaan Pungli dalam Antrean BBM Bersubsidi

    Agustus 25, 2026

    Pemadaman Listrik Berulang, Abdul Rohim Desak PLN Beri Kompensasi Warga Samarinda

    Agustus 24, 2026

    Pemerintah Harus Bertindak Tegas, Karhutla di Kalimantan Kian Mengkhawatirkan

    Agustus 22, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Rebranding Pasar Pagi, Libatkan Akademisi hingga Komunitas

    Agustus 21, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Ratu ArifanzaAgustus 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan…

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026

    Prabowo Respons Kebutuhan Sumsel, 500 Sumur Bor dan APD Disiapkan

    Agustus 25, 2026
    1 2 3 … 3,297 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.