Insitekaltim, Samarinda – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda mengambil langkah proaktif untuk mengatasi kekurangan surat suara Pilkada Serentak 2024 dengan mengirimkan tim ke perusahaan percetakan di Semarang.
Langkah ini ditempuh untuk memastikan seluruh kebutuhan logistik pemungutan suara terpenuhi tepat waktu.
Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat menyebutkan bahwa total kebutuhan surat suara di Samarinda mencapai 1.259.968 lembar.
Angka tersebut mencakup surat suara Pilwali Samarinda dan Pilgub Kaltim, termasuk cadangan 2,5 persen sesuai regulasi. Namun, hingga kini, surat suara yang diterima belum sepenuhnya mencukupi. Jika ditotal, masih diperlukan kurang lebih 9000-an surat suara.
“Untuk Pilgub Kaltim, masih kurang 3.631 lembar, sedangkan untuk Pilwali Samarinda kekurangannya mencapai 4.993 lembar,” ungkap Firman, Selasa (5/11/2024).
Selain itu, hasil penyortiran di Samarinda menemukan puluhan surat suara rusak. Untuk memastikan tidak ada kekurangan, KPU memberangkatkan tim khusus ke PT Temprina Media Grafika, perusahaan percetakan di Semarang, Jawa Tengah.
“Tim tidak hanya membawa pulang kekurangan surat suara, tetapi juga melakukan pengecekan, penyortiran, dan pelipatan langsung di lokasi percetakan,” sebutnya.
Langkah ini dilakukan untuk menghemat waktu, sehingga proses pengemasan logistik lainnya dapat segera dirampungkan.
Firman menegaskan, “Sekembalinya tim dari Semarang, distribusi logistik ke kecamatan, kelurahan, hingga TPS dapat berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan.”
KPU Samarinda juga memastikan pengiriman logistik ini didukung infrastruktur distribusi yang memadai, kecuali di Desa Loa Kumbar, Kecamatan Sungai Kunjang.
Wilayah tersebut tetap menggunakan jalur sungai karena akses jalan darat yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Dengan langkah jemput bola ini, KPU Samarinda optimistis kebutuhan logistik Pilkada Serentak 2024 akan terpenuhi, sehingga pelaksanaan pemungutan suara dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis.

