Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Target PAD dari Tambat Kapal Rp28 Miliar Kaltim Terancam Molor

    September 17, 2026

    Belanja Online Jadi Tantangan, Pemkot Ingin Hidupkan Kembali Pasar Pagi Samarinda

    September 17, 2026

    Jaga Transparansi, KONI Terapkan Digitalisasi Data Atlet Porprov Kaltim

    September 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Sri Puji Astuti : Keroyokan Jadi Kunci Atasi Masalah Stunting di Samarinda
    DPRD Samarinda

    Sri Puji Astuti : Keroyokan Jadi Kunci Atasi Masalah Stunting di Samarinda

    Adit MustafaBy Adit MustafaDesember 11, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

     

    Insitekaltim, Samarinda – Dalam upaya menyelaraskan program kerja pusat dan daerah, Komisi IV DPRD Kota Samarinda menggelar rapat kerja sekaligus silaturahmi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda.

    Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk merumuskan strategi bersama dalam menghadapi isu-isu prioritas, seperti penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi demi tercapainya target pembangunan. Sebagai komisi yang sebagian besar anggotanya baru dilantik, pertemuan ini dinilai krusial untuk memahami program kerja mitra serta tantangan yang dihadapi.

    “Kami butuh bersilaturahmi karena teman-teman ini belum tahu mitra kerja kita seperti apa, mulai dari program kerjanya, anggarannya, masalah di lapangan, sampai regulasinya,” ujar Puji.

    Ia juga menjelaskan bahwa integrasi program antara pusat dan daerah menjadi kunci utama, terutama untuk menangani masalah-masalah kompleks seperti stunting yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor.

    Stunting dalam beberapa waktu ini menjadi isu utama. Data menunjukkan angka stunting di Samarinda mencapai 24,4%, di atas target nasional yang kini ditetapkan sebesar 18%. Pemerintah pusat telah menetapkan pendekatan integrasi di posyandu sebagai solusi, melibatkan 15 organisasi perangkat daerah (OPD).

    “Sekarang nggak bisa lagi satu bagian satu masalah, tapi keroyokan. Dengan keterbatasan anggaran, baik pusat maupun APBD, kita harus mencapai target, termasuk target wali kota untuk menekan stunting menjadi 12%,” tegas Sri Puji.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya penggunaan data yang valid dan terkini untuk memastikan perencanaan dan evaluasi program lebih efektif.

    “Kami membutuhkan data-data riil. Biasanya data stunting tahun ini baru dilaporkan tahun depan, sehingga kami seperti tidak punya pegangan yang jelas,” katanya.

    Selain stunting, isu kemiskinan ekstrem yang kini tersisa 299 keluarga (kk) di Samarinda juga menjadi perhatian utama. DPRD dan DPPKB berkomitmen untuk terus menekan angka tersebut melalui program-program pemberdayaan masyarakat.

    “Masalah lain seperti pengangguran dan perempuan kepala keluarga juga membutuhkan perhatian serius. Kami akan terus mendorong transparansi dan sinergi agar solusi yang dihasilkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Sri Puji.

    Untuk tahun 2025, Sri Puji berharap adanya peningkatan transparansi dalam penyusunan program kerja dan anggaran dari mitra kerja. Kolaborasi erat antara DPRD dan OPD terkait menjadi kunci untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.

    “Support dari kami tentunya langsung mengecek ke lapangan. Kami melihat stunting, kemiskinan, pernikahan dini dan masalah lainnya. Ini menjadi dasar kami untuk memastikan program-program berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.

    DPRD Samarinda Sri Puji Astuti Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Sengketa Lahan di Samarinda Seberang, Dokumen Era 1990-an Kembali Dipersoalkan

    September 16, 2026

    Karhutla Samarinda Tembus 273 Hektare, DPRD Dorong Gerak Cepat Hadapi Ancaman El Nino

    September 15, 2026

    Warga Resah Pemadaman Listrik Bergilir Kembali Terjadi di Samarinda

    September 14, 2026

    Masih Terima Pembayaran Usai Pengelolaan Diambil Alih, Komisi II Bentuk Tim Investigasi

    September 11, 2026

    Udara Samarinda Memburuk, DPRD Dorong Sekolah Siapkan Opsi Belajar dari Rumah

    September 8, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Legalitas Jukir di Kawasan Teras Samarinda

    September 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Target PAD dari Tambat Kapal Rp28 Miliar Kaltim Terancam Molor

    AminahSeptember 17, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadikan sektor perhubungan laut sebagai sumber…

    Belanja Online Jadi Tantangan, Pemkot Ingin Hidupkan Kembali Pasar Pagi Samarinda

    September 17, 2026

    Jaga Transparansi, KONI Terapkan Digitalisasi Data Atlet Porprov Kaltim

    September 17, 2026

    Hampir 20 Tahun STS Berjalan, DPRD Kaltim Ancam Ubah Kawasan Jadi Zona Nelayan

    September 17, 2026

    Anak Usia Sekolah Terpapar HIV, Edukasi Pencegahan Akan Masuk Sekolah

    September 17, 2026
    1 2 3 … 3,347 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.