Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Disdag Samarinda Tertibkan Pedagang di Pasar Pagi, Larang Jualan di Koridor dan Luar Kios

    Maret 31, 2026

    Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat

    Maret 31, 2026

    Hilirisasi dan Optimalisasi Pajak Jadi Strategi Kaltim di RKPD 2027

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    Home»Nasional»Samarinda Catat Kasus Kekerasan Tertinggi di Kaltim, Hetifah Sjaifudian Beri Tanggapan
    Nasional

    Samarinda Catat Kasus Kekerasan Tertinggi di Kaltim, Hetifah Sjaifudian Beri Tanggapan

    LarasBy LarasJuni 29, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Berdasarkan data aplikasi Sistem Informasi Online (Simfoni) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Desember 2023, Kota Samarinda mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim).

    Data menunjukkan 498 kasus, terdiri dari 309 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 189 kasus kekerasan terhadap anak. Hingga Mei 2024, kasus kekerasan sudah mencapai 99 kasus, dengan 46 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 53 kasus kekerasan terhadap anak.

    Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyampaikan pandangannya. Hetifah menyebut bahwa tingginya angka kekerasan mungkin menunjukkan bahwa masyarakat Samarinda lebih berani melaporkan kasus kekerasan.

    Walau terdengar mengkhawatirkan, tetapi tingginya angka kekerasan di Samarinda juga menunjukkan adanya peningkatan terhadap kesadaran masyarakat untuk melaporkan tindak kekerasan anak ke pihak berwenang.

    “Angka kekerasan yang tinggi bisa jadi karena masyarakat Samarinda sudah mulai sadar untuk berbicara atau mengadukan kekerasan,” ujarnya dalam Podcast Kupas Tuntas di S Caffe, Sabtu (29/6/2027).

    Politikus Partai Golkar ini menambahkan bahwa keberanian masyarakat untuk mengadukan kasus kekerasan dapat dilihat sebagai hal positif. Di daerah pedalaman, kekerasan mungkin terjadi tetapi tidak dilaporkan karena masyarakat tidak tahu kemana harus mengadu atau belum berani berbicara.

    “Di Samarinda, mereka tidak menutupi kondisi tersebut. Orang Samarinda lebih berani untuk mengadukan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia meminta adanya saluran pengaduan yang berfungsi selama 24 jam. Menurutnya, kasus kekerasan tidak selalu terjadi di jam kerja, dan hotline yang tidak buka 24 jam menyulitkan korban untuk melaporkan kejadian.

    “Kasus-kasus seperti ini bisa saja terjadi di malam hari atau subuh. Jadi diperlukan hotline yang berfungsi 24 jam,” tambahnya.

    Selain itu, ia memandang perlunya crisis center atau tempat perlindungan bagi para pengadu tindak kekerasan. Ia menyebutkan bahwa setelah melaporkan kekerasan, korban seringkali memerlukan perlindungan karena mendapatkan ancaman dari pelaku, keluarga pelaku atau bahkan keluarga korban sendiri.

    “Para pengadu tindak kekerasan memerlukan perlindungan agar keselamatan mereka tidak terancam,” tegasnya.

    Kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa terjadi bukan hanya karena faktor pakaian, tetapi juga karena daerah rawan kekerasan seperti tempat yang minim penerangan atau kurangnya pengawasan di sekolah. Diperlukan pentingnya kesadaran sosial dan kerja sama dari seluruh pihak dalam mengatasi masalah ini.

    “Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kesadaran sosial dan kerja sama dari semua pihak sangat diperlukan,” tutupnya.

    Hetifah Sjaifudian SIMFONI Wakil Ketua Komisi X DPR RI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Air Jadi Tambang Baru, Gubernur Rudy Mas’ud Genjot Pajak Permukaan di Kaltim

    Maret 28, 2026

    Kaltim Bidik Kelapa Genjah sebagai Primadona Baru di Era IKN

    Maret 27, 2026

    Prabowo Terima Kritik, Dorong Peran Devil’s Advocate untuk Uji Kebijakan

    Maret 20, 2026

    Prabowo Soroti Budaya Laporan Asal Bapak Senang, Tekankan Pentingnya Kejujuran Data

    Maret 20, 2026

    Hilal Tak Terpantau di 170 Titik, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H di Hari Sabtu

    Maret 19, 2026

    Menaker Yassierli Tinjau Posko THR Idulfitri 2026

    Maret 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Disdag Samarinda Tertibkan Pedagang di Pasar Pagi, Larang Jualan di Koridor dan Luar Kios

    Andika SaputraMaret 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda mulai melakukan penertiban terhadap pedagang di kawasan…

    Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat

    Maret 31, 2026

    Hilirisasi dan Optimalisasi Pajak Jadi Strategi Kaltim di RKPD 2027

    Maret 31, 2026

    RKPD 2027 Disusun Lebih Realistis, Pemprov Kaltim Fokus Empat Prioritas Utama

    Maret 31, 2026
    Our Picks

    Disdag Samarinda Tertibkan Pedagang di Pasar Pagi, Larang Jualan di Koridor dan Luar Kios

    Maret 31, 2026

    Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat

    Maret 31, 2026

    Hilirisasi dan Optimalisasi Pajak Jadi Strategi Kaltim di RKPD 2027

    Maret 31, 2026

    RKPD 2027 Disusun Lebih Realistis, Pemprov Kaltim Fokus Empat Prioritas Utama

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.