Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Viktor Yuan dan Barkati Masuk Radar Demokrat untuk Pilwali Samarinda 2029

    Juni 10, 2026

    Nilai TKA Tinggi, DPRD Minta Disdik Petakan Sekolah yang Masih Tertinggal

    Juni 10, 2026

    Paripurna Hak Angket Gagal Kuorum, DPRD Kaltim Jadwalkan Ulang Pembahasan

    Juni 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Sistem PPDB Masih Tuai Pro Kontra, Hetifah: Kita Cari yang Kebaikannya Lebih Banyak
    Nasional

    Sistem PPDB Masih Tuai Pro Kontra, Hetifah: Kita Cari yang Kebaikannya Lebih Banyak

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuni 29, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Indonesia masih menimbulkan pro dan kontra.

    Teks: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian

    Menanggapi ini, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan bahwa setiap kebijakan yang ditetapkan tidak mungkin akan menguntungkan semua pihak. Namun dalam menetapkan kebijakan pihaknya akan mengupayakan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

    “Tidak ada kebijakan yang bisa menguntungkan semua orang, tapi kita mencari yang kebaikannya lebih banyak dan kekurangannya lebih sedikit,” kata Hetifah saat menjadi narasumber di Podcast Kabar Tuntas di S-Caffe, Sabtu, (29/6/2024).

    Pada kesempatan itu dirinya memaparkan sistem PPDB yang berjalan saat ini merupakan campuran dari evaluasi sebelum dan sesudah PPDB tahun 2017.

    Sebelum penerimaan siswa tahun 2017, lanjutnya, sekolah cenderung mengutamakan siswa-siswa berprestasi baik dari nilai ujian akhir maupun rapor untuk diterima di sekolah tujuan siswa.

    Sedangkan setelah tahun 2017 hingga saat ini, pemerintah melakukan intervensi dengan memberlakukan sistem zonasi dalam ranah penerimaan siswa.

    “Setelah 2017 kita menggunakan satu pola yang berbeda, kedekatan jarak salah satu kriteria yang penting dari pada prestasi,” jelasnya.

    Hetifah menyebutkan tujuan sistem zonasi sendiri memiliki berbagai manfaat yang signifikan dirasakan bahkan dipergunakan oleh negara-negara maju seperti Australia dan Amerika Serikat.

    “Seperti adaptasi pergaulan sosial mereka di lingkungan rumah juga lingkungan sekolah karena dekat. Kemudian biaya transportasi yang tinggi cukup berkurang, bahkan anak-anak kita bisa hanya berjalan kaki,” paparnya.

    Meski begitu kontra mengenai kebijakan ini tetap ada dikarenakan fasilitas dan kualitas yang berbeda pada setiap sekolah di masing-masing daerah membuat para orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah yang dirasa unggulan.

    Hetifah sendiri menganggap fenomena ini menjadi penting diperhatikan sebab jika perbedaan kualitas sekolah yang disediakan berbeda maka akan menimbulkan ketimpangan sosial yang semakin nyata.

    Dirinya memaparkan jika sebuah daerah yang dihuni rakyat menengah ke bawah kemudian hanya memiliki sekolah dengan fasilitas kurang baik dan tidak memberikan kesempatan masyarakatnya menempuh pendidikan di sekolah-sekolah unggulan akan menimbulkan ketimpangan, baik secara letak wilayah maupun sosial ekonomi.

    “Karena zonasi tidak berkesempatan merasakan sekolah dengan fasilitas yang baik, maka perlu dievaluasi lagi. Memang belum sempurna,” pungkasnya.

    Hetifah Sjaifudian PPDB Wakil Ketua Komisi X DPR RI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026

    Sertifikasi Gratis Jadi Bekal Peserta Magang Hadapi Dunia Kerja

    Mei 7, 2026

    Kolaborasi Tiga Kekuatan: Jurus Baru Cetak Talenta Siap Kerja dan Siap Cipta Lapangan Kerja

    Mei 5, 2026

    Anak Muda Didorong Jadi Pencipta Kerja di Tengah Dominasi Sektor Informal

    Mei 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Viktor Yuan dan Barkati Masuk Radar Demokrat untuk Pilwali Samarinda 2029

    SittiJuni 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Peta politik menuju Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2029 mulai bergerak lebih…

    Nilai TKA Tinggi, DPRD Minta Disdik Petakan Sekolah yang Masih Tertinggal

    Juni 10, 2026

    Paripurna Hak Angket Gagal Kuorum, DPRD Kaltim Jadwalkan Ulang Pembahasan

    Juni 10, 2026

    Ananda Tegaskan: Usulan Hak Angket Tidak Gugur Meski Paripurna Kembali Tak Kuorum

    Juni 10, 2026

    Harga BBM Melonjak Signifikan, Pertamax Kini Rp16.250 per Liter

    Juni 10, 2026
    1 2 3 … 3,135 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.