Insitekaltim,Jakarta – Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mengatakan perpindahan ibu kota negara dilakukan dengan harapan pemerataan di Indonesia dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya. “IKN di Kaltim sebagai kekuatan baru bangsa Indonesia, bahkan dunia internasional,” jelas Akmal pada Kamis (23/11/2023) di Ruang Sidang Banggar DPR RI Senayan Jakarta pada focus group discussion (FGD).
Pemindahan ibu kota sekaligus mengubah konsep pembangunan yang cenderung Jawa sentris menjadi Indonesia sentris.
Ia menyebutkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara dan mengatur pelaksanaan pemerintahannya. Termasuk peran untuk membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
IKN juga merupakan kawasan baru sebagai kekuatan ekonomi bangsa yang dulunya Jawa Sentris menjadi Indonesia Sentris. Hal ini memerlukan dukungan penuh seluruh komponen bangsa.
Dengan mengusung tema “Arah DKI Jakarta Pascaperpindahan Ibu Kota Negara”, yang digelar oleh Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPR RI, dihadiri Ketua Fraksi Partai Nasdem Dr Phil Roberth Rouw dan anggota H Andy Simarmata dan Emmanuel Tulas, serta beberapa anggota fraksi lainnya.
Acara dua arah (paparan narasumber dan diskusi) dimoderatori JJ Rizal, dihadiri Pendiri Komunitas Bambu /Pakar Ahmad Heri Firdaus dan Peneliti Center Of Industry, anggota DPRD Partai Nasdem Provinsi DKI Jakarta Abdul Aziz Muzlim, Nova Harivan, Jupiter, Wibi Andrino, H Hasan Basri Umar, HM Idris, M Hariadi Anwar dan Biem Triani Benjamin. “Pascapemindahan pusat pemerintahan ke IKN, maka Jakarta tetap akan menjadi daerah khusus,” tegas Akmal.
Peserta FGD terdiri dari pemerhati kota, lingkungan, seniman dan budayawan, serta anggota Fraksi DPR RI dan DPRD DKI Jakarta.
“Pemerintah sudah bersurat ke DPR RI. Sekarang kita menunggu DPR bersurat kepada presiden, juga kami Kemendagri menunggu,” tandasnya.
Pemerintah terus mendorong Jakarta tetap menjadi pusat perekonomian dan kota global, serta melaksanakan kebijakan otonomi satu tingkat. Ada keistimewaan dan kekhususan, seperti bidang kelembagaan, kebudayaan serta norma lainnya.

