Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Nilai Kinerja Perumdam Lampaui Target PAD, Layanan Air Capai 84 Persen

    April 28, 2026

    Visitasi LAN Uji BPSDM Kaltim, Jauhar: Proses Ini Perjelas Standar dan Hilangkan Keraguan

    April 28, 2026

    DPRD Dorong Percepatan Layanan Air Bersih, Target 100 Persen Diminta Tak Tunggu 2029

    April 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kutim»DP3A Kutim kembangkan Simfoni PPA untuk Pelaporan Kekerasan Kepada Perempuan dan Anak
    Diskominfo Kutim

    DP3A Kutim kembangkan Simfoni PPA untuk Pelaporan Kekerasan Kepada Perempuan dan Anak

    Nur AjijahBy Nur AjijahOktober 31, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Adji Farmila Rachmi, Kabid Perlindungan Perempuan DPPPA Kutim
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Sangatta – Kepala Bidang Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur Adji Farmila Rachmi mengungkapkan telah mengembangkan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA).

    “Sistem informasi ini memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pencatatan, pelaporan dan pengintegrasian data perempuan dan anak yang mengalami kekerasan, diskriminasi, yang memerlukan perlindungan khusus dan masalah lainnya bagi UPTD PPA dan penyelenggara layanan PPA,” paparnya saat ditemui langsung di ruang kerjanya, Selasa (31/10/2023).

    Menurutnya, dalam Simfoni PPA terdapat tiga pihak yang bertanggung jawab untuk menginput data, yaitu DP3A sendiri, Kepolisian Resor (Polres) Kutim dan Rumah Sakit Kudungga.

    “Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi di sini sering pergantian operator yang mengelola sistem,” ujarnya.

    Sementara itu, ia mengungkapkan pada data Simfoni bahwa tahun ini, sebanyak 36 kasus telah masuk ke DP3A Kutai Timur dan mayoritas kasus tersebut melibatkan anak-anak.

    “Terkait kekerasan terhadap perempuan, pada September terdapat empat kasus, sementara kekerasan terhadap anak mencapai 32, mencakup kasus pencabulan, pelecehan dan masalah yang sangat kompleks lainnya,” papar Adji Farmila.

    Selain itu, kasus perdagangan orang atau trafficking juga menjadi perhatian, dengan tiga kasus tercatat pada tahun ini.

    “Di sini sendiri untuk dikatakan trafficking itu agak susah, karena disini tidak selalu ada perantara dalam trafficking tersebut,” imbuhnya.

    “Tidak semua kasus dapat dianggap sebagai trafficking, karena dalam beberapa kasus, mereka hanya melakukannya untuk kesenangan pribadi.

    Lebih lanjut, kasus trafficking melibatkan anak-anak sebaya SMP dan SMA. Penyebabnya beragam, termasuk kurangnya perhatian dari orang tua, masalah rumah tangga yang retak dan dalam beberapa kasus, masalah ekonomi. Meskipun faktor ekonomi biasanya hanya berperan sedikit.

    Adji Farmila menjelaskan bahwa DP3A Kutai Timur memiliki tim yang dilengkapi dengan psikolog untuk menangani laporan kasus. Mereka turun ke lapangan, mendengarkan cerita korban, dan memberikan bimbingan yang diperlukan. Jika diperlukan, kasus tersebut akan dibawa ke pengadilan.

    “Dari 32 kasus yang melibatkan anak-anak, terdapat 12 kasus pelecehan, 14 kasus pencabulan, 3 kasus penelantaran anak, dan 1 kasus kekerasan,” jelasnya.

    “Pelaku kekerasan tersebut sering kali adalah individu dekat, seperti paman, ayah sambung, atau bahkan ayah kandung sendiri. Upaya perlindungan dan pendidikan menjadi sangat penting dalam mencegah kasus-kasus tragis seperti ini,” tandasnya.

    Adji Farmila Rachmi eks Kabid Perlindungan Perempuan DPPPA Kutim Simfoni PPA
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Bencana di Sumatera Jadi Peringatan, Kaltim Tegaskan Komitmen Jaga Hutan dan Tekan Deforestasi

    Desember 15, 2025

    Pendidikan Vokasi Harus Selaras dengan Kebutuhan Pasar Kerja

    Januari 29, 2024

    Bupati Ardiansyah Beri Dukungan PWI Kutim Berlaga di Porwada Kaltim

    Desember 14, 2023

    Pemkab Kutim Akselerasi Peningkatan Program KB Melalui SDM Kompeten

    November 25, 2023

    Pemkab Kutim Gagas Aplikasi Stunting Untuk Percepatan Penanganan

    November 23, 2023

    Disnakertrans Kutim Kebut Program Pengembangan Transmigran

    November 22, 2023
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Nilai Kinerja Perumdam Lampaui Target PAD, Layanan Air Capai 84 Persen

    Ratu ArifanzaApril 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) DPRD Kota Samarinda melakukan kunjungan…

    Visitasi LAN Uji BPSDM Kaltim, Jauhar: Proses Ini Perjelas Standar dan Hilangkan Keraguan

    April 28, 2026

    DPRD Dorong Percepatan Layanan Air Bersih, Target 100 Persen Diminta Tak Tunggu 2029

    April 28, 2026

    Harga Solar Industri Tembus Rp30 Ribu, DPRD Waspadai Dampak ke Operasional Perumdam

    April 28, 2026

    Kemnaker Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Gelombang Green Jobs dan Era Digital

    April 28, 2026
    1 2 3 … 3,078 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.