Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Jadi Batu Sandungan, Kenaikan Gaji Ribuan Pasukan Kuning Samarinda Belum Pasti

    Juli 9, 2026

    Aturan Pusat Kaku, Fraksi PDI-P Kaltim Protes Daerah Dilarang Adakan Pupuk dan Alsintan

    Juli 9, 2026

    MotoGP Jerman 2026 Bergulir, Selisih 25 Poin Warnai Perebutan Puncak Klasemen

    Juli 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Warga Kampung Tenun Ogah Rumah Tua Jadi Kelurahan
    DPRD Samarinda

    Warga Kampung Tenun Ogah Rumah Tua Jadi Kelurahan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuni 9, 2023Updated:Juni 9, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda memutuskan akan mengubah Rumah Tua di Kampung Tenun yang merupakan cagar budaya menjadi kantor kelurahan.

    Sontak rencana ini mendapat reaksi keras masyarakat Kampung Tenun karena dianggap menghilangkan kebanggaan mereka.

    Salah satu tokoh masyarakat setempat, H Ilyas angkat bicara mengenai keputusan Pemerintah Kota Samarinda itu.

    “Ini kebanggaan kami. Kami menolak tegas niat Pemerintah Kota Samarinda mengganti menjadi kantor kelurahan,” tegas Ilyas.

    Selain menjadi cagar budaya dan kebanggaan masyarakat Kampung Tenun, Rumah Tua itu juga mengandung nilai sejarah.

    “Rumah ini menjadi kebanggaan kami. Rumah ini sudah beratus tahun usianya,” tuturnya.

    Terlepas dari nilai sejarah, Rumah Tua ini juga banyak mengundang minat wisatawan untuk berwisata ke Kampung Tenun. Beberapa wisatawan dari luar negeri pun banyak berdatangan ke Rumah Tua untuk melihat peninggalan bersejarah di seberang Samarinda itu.

    Para wisawatawan asing itu umum berasal dari Jepang, Jerman, Amerika Serikat dan Negeri Jiran Malaysia.

    Anggota DPRD Kota Samarinda Samri Shaputra ikut memberi tanggapan. Menurutnya, sangat disayangkan jika pemerintah mengambil keputusan tanpa memikirkan aspek-aspek lainnya.

    Selain itu, ia juga memberikan sedikit cibiran kepada Pemerintah Kota Samarinda mengenai alternatif jalan dari permasalahan yang tengah dihadapi, yaitu dengan membangun kantor kelurahan baru dengan dana yang setara dengan mobil dinas pejabat.

    “Pemerintah sanggup membangun kantor kelurahan baru. Kalau mau membangun kantor baru seharga mobil dinas pejabat,” kritiknya.

    Ia berharap pemerintah bisa memikirkan suara masyarakat dengan bermusyawarah terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan yang nantinya akan berdampak pula bagi masyarakat sekitar.

    “Ajaklah musyawarah masyarakat dulu, jangan tiba tiba melakukan yang dapat masyarakat bergejolak,” nasihatnya.

    Melihat pro dan kontra yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Samarinda Asli Nuryadin menjelaskan bahwa masalah ini hanya lantaran kurangnya komunikasi.

    “Ini salah komunikasi saja. Rumah Tua tersebut masih sebagai cagar budaya. Tidak akan kami ubah. Namun ada fungsi sebagai kantor layanan kelurahan di sana,” jelas Asli Nuryadin.

    Cagar Budaya DPRD Kadisdikbud Kampung Tenun
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    Juli 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    Juli 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    Juli 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    Juli 8, 2026

    Sektor UKM dan Rumah Tangga Merugi Akibat Pemadaman Listrik Massal di Samarinda

    Juli 8, 2026

    Andalkan Aplikasi Lawas 2024, Penentuan Jarak Domisili SPMB Samarinda Ternyata Masih Manual

    Juli 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Jadi Batu Sandungan, Kenaikan Gaji Ribuan Pasukan Kuning Samarinda Belum Pasti

    SittiJuli 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana perbaikan kesejahteraan bagi 1.285 tenaga lapangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota…

    Aturan Pusat Kaku, Fraksi PDI-P Kaltim Protes Daerah Dilarang Adakan Pupuk dan Alsintan

    Juli 9, 2026

    MotoGP Jerman 2026 Bergulir, Selisih 25 Poin Warnai Perebutan Puncak Klasemen

    Juli 9, 2026

    Efisiensi Anggaran Tak Hambat GPM, Dinas Pangan Kaltim Pastikan Tetap Digelar Rutin

    Juli 9, 2026

    Memiliki Beragam Produk Mengantisipasi Lemahnya Pasar Domestik, UMKM Kaltim Diminta Bidik Pasar Ekspor

    Juli 9, 2026
    1 2 3 … 3,202 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.