Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Imam: Hubungan Ekonomi Venezuela Indonesia Perlu Ditingkatkan
    Ekonomi

    Imam: Hubungan Ekonomi Venezuela Indonesia Perlu Ditingkatkan

    SeliBy SeliNovember 20, 2021Updated:November 20, 202102 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Eky – Editor: Redaksi

    Insitekaltim, Caracas – Republik Indonesia dan Republik Bolivarian Venezuela perlu melengkapi hubungan baik kedua negara dengan peningkatan di bidang ekonomi.

    Untuk itu Kedutaan Besar RI di Caracas membuka pintu bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin menemukan partner bisnis di Venezuela.

    Demikian antara lain disampaikan Duta Besar RI untuk Venezuela Mayjen (Purn) Dr. Imam Edy Mulyono ketika berbicara dalam jamuan makan malam di Wisma Duta Caracas, Kamis (18/11/2021).

    Jamuan makan malam yang dihadiri seluruh diplomat RI di Venezuela dan anggota masyarakat Indonesia di Caracas itu digelar untuk menyambut enam pemantau independen pemilihan umum lokal Venezuela yang sedang berlangsung.

    Keenam pemantau independen itu adalah Dubes Diar Nurbiantoro, Eddy Supriyatno, dan Niken Supraba dari Non-Aligned Movement Centre for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC), lalu Arif Budiman dan Sumariyandono dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, dan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa.

    “Alhamdulilah, sejak hubungan kedua negara dimulai di tahun 1959 sampai saat ini, kerja sama kedua negara di bidang politik dan kebudayaan berlangsung sangat baik. Kami merasa kini saatnya kita meningkatkan hubungan di bidang ekonomi,” ujar Dubes Imam yang pernah bertugas sebagai Komandan Misi Perdamaian PBB di Sahara Barat, Minurso, tahun 2013 – 2015.

    Hubungan Indonesia dan Venezuela dimulai pada 10 Oktober 1959. Pada tahun 1977 Indonesia membuka Kedubes di Caracas, disusul Venezuela empat tahun kemudian membuka Kedubes di Jakarta.

    Peningkatan hubungan terasa di era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Presiden Hugo Chavez mengunjungi Jakarta di bulan Agustus 2000. Satu bulan kemudian, September 2000, giliran Presiden Gus Dur mengunjungi Caracas dalam rangka menghadiri pertemuan Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC).

    Ketika tsunami menghantam Aceh, pemerintah Venezuela memberikan bantuan senilai 2 juta dolar AS kepada Indonesia. Lima tahun kemudian, pemerintah Indonesia mendirikan Institut Politeknik Venezuela-Indonesia di Aceh pada 2009.

    Kedua negara sempat mengalami peningkatan hubungan ekonomi pada paruh 2003 sampai 2008. Dari senilai 25 juta dolar AS pada 2003 menjadi 82,5 juta dolar AS pada 2007 dan 92,3 juta dolar AS pada 2008.

    Pada tahun 2009, dari neraca perdagangan kedua negara, Indonesia mencatat surplus senilai 79,19 juta dolar AS.

    “Insyaallah, kita dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan kualitas hubungan kedua negara bersahabat ini,” pesan Imam.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Seli

    Related Posts

    Pemprov Kaltim Siap Dukung Budidaya Ikan di Lahan Eks Tambang

    April 9, 2026

    Pemkot Samarinda Imbau Kurangi Plastik, Pastikan Stok BBM Aman

    April 8, 2026

    Budaya Digital Kian Menguat, Faisal Ingatkan Pemuda Soal Dampak dan Peluang

    April 7, 2026

    Dispora Kaltim Dorong Kemandirian Pemuda Lewat Workshop Ekonomi Kreatif Digital

    April 7, 2026

    Kaltim Dorong Kakao dan Kelapa Jadi Sektor Unggulan Baru di Luar Tambang

    April 4, 2026

    Andi Harun: Tekanan APBN Berimbas ke Daerah, Daya Beli Masyarakat Terancam

    April 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    Andika SaputraApril 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menunggu respons resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026

    Tiga Motor Terbakar di Dealer Yamaha Samarinda, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    April 12, 2026

    Masyarakat Jadi Kunci, Populasi Pesut Mahakam Mulai Tumbuh Perlahan

    April 12, 2026
    1 2 3 … 3,052 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.