Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Banda Aceh – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santoso menginginkan seorang jurnalis dalam pemberitaan harus berpedoman seperti slogan Polri “presisi”.
Dimana seorang Polri dalam melakukan pekerjaannya harus presisi yaitu singkatan dari prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan.
“Begitu juga dengan jurnalis maupun redaksi, harus presisi dalam memproduksi sebuah berita,” ungkap Teguh melalui rilis JMSI, pada acara bincang santai bersama Kapolda Aceh, Rabu (4/8/2021)
Dia mengatakan, presisi menjadi semangat Kepolisian Republik Indonesia (RI) saat ini, sejalan dengan semangat para pemilik media siber di seluruh Indonesia.
Pada acara itu, Teguh menyerahkan penghargaan kepada Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada karena akan memulai tugas barunya sebagai Asisten SDM Kapolri.
“Selamat Pak Wahyu, mewakil kawan-kawan JMSI Aceh dan seluruh Pengurus JMSI di Indonesia, atas pos baru yang akan ditempati karena Asisten SDM Kapolri merupakan jabatan strategis di hulu Kepolisian RI,” ujar Teguh.
Sementara itu, Ketua JMSI Aceh, Hendro Saky, mengaku bangga dengan keberhasilan Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, terutama dalam interaksi dengan para pekerja media siber dan pimpinan perusahaan pers.
“Beliau (Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada) itu sangat terbuka dan komunikatif,” ungkap Hendro.
Penghargaan yang diberikan kepada Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada berupa piagam berlatar belakang foto saat pelantikan Pengurus Daerah JMSI Aceh.
Acara bincang santai bersama Kapolda Aceh itu dimoderatori oleh Sekretaris JMSI Aceh, Akhiruddin Mahjuddin, dan diikuti sebanyak 58 peserta yang merupakan pengurus organisasi media siber tersebut, dan dihadiri sejumlah elemen masyarakat lainnya.

